Saturday, July 22, 2017

I love Math

Day 1
Matematika bagi sebagian anak adalah momok yang mengerikan #bahasaalay:) tetapi tidak bisa tidak keseharian anak-anak di kelilingi oleh Matematika. Yang menjadi garis bawah adalah kita orang tuanya yang salah dalam mengenakan matematika kepada anak, sehingga anak- anak merasa tidak nyaman dan akhirnya menganggap hal itu sebagai hal yg tidak mengenakkan.
Tantangan kelas bunda sayang kali ini lebih menarik lagi, karena ibu tidak hanya dituntut untuk mengajar tapi membuat anak menyukai matematika.... Wowww
Tantangan ini cukup menantang buat saya, Karena saya termasuk ibu yang tidak begitu suka dengan matematika hehehe, tapi baiklah Karena ini menyangkut masa depan anak - anak aku harus bisaaaaaaaaa.
Jadi ternyata membuat anak suka dengan Matematika cukup mudah, Karena matematika ada di sekeliling kita, tinggal bagaimana kita membuatnya menjadi menarik dan menyenangkan buat anak-anak.
Hari pertama Airish mengenali matematika ketika dia mandi, setiap pagi sebelum mandi saya membantu airish untuk membuka baju, dimulai dari tangan kiri selanjutnya ke tangan kanan. Selanjutnya saya bertanya ada berapa tangan Airish, alhamdulillah airish bisa menjawab dengan tepat... Yaiyyyyyy
"tangan aish ada dua" :)
#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#matharroundus

Saturday, May 13, 2017

Aliran Rasa, Gaya Belajar

Alhamdulillah selesai sudah tantangan level 4 kelas bunda sayang.
Ilmu Tentang modalitas anak dalam belajar ini merupakan modal utama bagi seorang ibu untuk mengembangkan potensi anak kedepannya.
Modalitas audio, visual dan kinestetik seperti yang dijelaskan gurunda Septi Peni Wulandani sejatinya dimiliki oleh setiap anak soal mana yang dominan dan tidak tugas Kitalah sebagai Ibu untuk menemukannya,memfasilitasi dan mengembangkannya.

Ketika modalitas anak sudah ditemukan mana yang dominan, masih ada lagi proses lanjutan yang harus dilakukan yaitu LUR (Learn, Unlearn, Relearn)
Ah betapa ilmu ini begitu banyak, semakin banyak tau, semakin banyak yang tidak ditau...

Friday, May 5, 2017

Gaya belajar anak

Hari kesepuluh
Hari ini mau ajak Airish bermain diluar, supaya semua modalitasnya bisa kebagian distimulus dalam satu waktu.
Lapangan hari ini ramai sekali, ada senam, ada orang yang bermain bola, ada orang yang berlari, Airish sangat senang dan menikmati hiburannya hari ini, dengan begitu banyaknya aktivitas dilapangan ini, modalitasnya bisa distimulus dalam satu waktu :)
Sedang adik Fatih sibuk dengan mainan kakaknya, awalnya mainan ini ada ditangan, ditinggal sebentar mainan ini sudah ada di lengannya :)

#hari10
#GayaBelajarAnak
#level4
#kelasbunsayiip

Gaya belajar anak, Tantangan 10 hari

Hari kesembilan
Dari dulu Airish tidak begitu suka dengan anto' tetta (nenek) begitu dia memanggil.
Karena anto' tetta selalu kebagian memberikan obat ketika Airish sakit, jadi dari pengamatan saya sampai saat ini Airish jarang mau Dekat-dekat anto' tetta.
Hari ini Ibu saya  kebetulan anto tetta punya kue, dengan spontan mendekati anto' sambil minta kuenya (ahahaha, perasaan musuhan deh)
Gayung bersambut kesempatan terbuka lebar untuk anto' sambil disuapi plus sambil bernyanyi, anto punya kesempatan untuk minta dicium.
Kalau adik Fatih hari ini bermain dengan mainannya yang bisa berbunyi jadi modalitas audio dan visualnya distimulus.
Konsklusi : Airish akhirnya berteman dengan anto' :)
Alfatih sudah merespon suara

#hari9
#GayaBelajarAnak
#tantangan10hari
#level4
#kelasbunsayiip

Gaya belajar anak, Tantangan 10 hari

Hari ke delapan

Modalitas belajar merupakan modal besar bagi anak untuk sebanyak - banyaknya menyerap informasi.
Semakin dominan gaya belajar seorang anak pada satu modalitas maka dengan cara itulah dia bisa Enjoy dan mudah menyerap informasi.
Hari ini saya ingin membuat sayur untuk airish, kebetulan warna sayur begitu bervariasi Airish tertarik untuk bermain, awalnya saya berat untuk memberikan akses bermain dengan sayuran ini (soalnya waktu mepet, telat kekantor) tapi apalah daya demi anak :)
Airish suka dengan warna warni sayurannya sambil bermain saya menyebut satu persatu warna sayurannya, kadang  mengikuti kadang sibuk sendiri heheheh
Konsklusi : stimulus audionya lumayan berhasil, lalalayeyeye

#hari8
#GayaBelajarAnak
#tantangan10hari
#level4
#kelasbunsayiip

Gaya belajar anak, Tantangan 10 hari

Hari ketujuh
Kedua anak saya masih berusia dibawah dua tahun, untuk memahami gaya belajar yang dominan belum sempurna untuk diamati Karena masih butuh penyempurnaan hingga saat mereka berusia dua tahun.
Hari ini stimulasi untuk kedua anak adalah memperkenalkan mereka dengan benda, untuk Airish, sembari dia mandi saya membiarkan dia bermain dengan sabun, pengenalan tekstur sabun dan kondisinya yang licin merupakan stimulus baru untuk airish,.
Fatih juga saya berikan stimulus yang sama dengan memberikan sebuah headphone untuk dieksplorasi, ujung ujungnya masuk mulut, :D

#hari7
#GayaBelajarAnak
#tantangan10hari
#level4
#kelasbunsayiip

Gaya belajar, Tantangan 10 hari

Hari ke enam

Airish dan Fatih tidak punya waktu lama dengan saya, Karena saya adalah ibu bekerja, meskipun setiap hari berangkat jam 10 tetap saja waktu rasanya sangat sempit untuk kedua anak ini.

Hari ini saya harus berangkat kerja sepagi mungkin, tidak seperti biasa Karena ada agenda mendadak yang harus dikerjakan.
Seperti biasa jam 7 kedua anak harus sudah beres setelah itu baru Bermain bersama airish, karena sebisa mungkin mengkondisikan Airish tenang sebelum saya berangkat, sedangkan Fatih karena tiap hari dia ikut saya ke kantor jadi saya lebih mendahulukan kakaknya.
Setelah mandi hari ini saya biarkan mereka berdua bermain, stimulus untuk moralitas audio dengan bantuan Boneka hafizah cukup menarik perhatian Airish.
Dalam boneka ini ada pelajaran tentang kata dalam tiga bahasa dan sedikit demi sedikit Airish mampu menirukan hafizah :)
Lelah bermain dengan hafizah airish lalu bermain dengan adiknya, Airish sudah faham dengan konsep adik, dia sudah bisa menghibur adiknya dengan tertawa dan memanggil nama Fatih, dan alhamdulillah Fatih juga merespon kakaknya dengan tawa, senyuman dan bersuara :)

#hari6
#GayaBelajarAnak
#tantangan10hari
#level4
#kelasbunsayiip

Gaya belajar anak, Tantangan 10 hari

Hari ke lima

Airish 1y8m
Hari ini coba menstimulasi Airish di modalitas visualnya, pada dasarnya airish termasuk anak yang tertarik dengan buku, apalagi dengan bulu Berwarna-warni dan bergambar. Tapi kali ini saya menggunakan media buku tdk bergambar dan hanya sedikit warna, yakin buku yasinan :D
Setelah buku saya berikan dan melihat tulisannya Airish spontan komat kamit dan membolak balik halamannya, rupanya dia tahu kalau itu adalah tulisan Alqur'an, dan sembari membaca airish menggunakan jari telunjuknya untuk menunjuk barisan tulisan yang dilihatnya.

Konsklusi :
1. Airish sudah bisa meniru seolah-olah sedang membaca Alqur'an.
2. Saat belajar arisih menunjuk ke media belajar
3. Apakah Airish tipe kinestetik? Masih terlalu dini untuk menyimpulkan :)


Alfatih 5m

Hari ini stimulasi yang diberikan untuk fatih adalah melatih motorik kasarnya, dengan menelungkupkan, meskipun sampai saat ini fatih belum bisa melakukannya sendiri.
#hari5
#GayaBelajarAnak
#level4
#tantangan10hari
#kelasbunsayiip

Tuesday, May 2, 2017

Hari keempat, Tantangan 10 hari, Gaya Belajar

Hari keempat

Airish 1y7m
Stimulus hari ini untuk airish adalah membiarkan dia bermain dengan hiasan pengantin, saat membuka kardus yang isinya adalah barang berkilauan, otomatis airish yang dominan kinestetik langsung saja bereksplorasi dengan barang tersebut,.
Saya membiarkan dan mengamati, ternyata airish faham dengan barang tersebut, pertama adalah dua buah gelang hiasan baju bodo, tidak perlu waktu lama, untuk memasukkan gelang tersebut kedalaman dua tangannya. Barang yang kedua adalah kalung, karena ukurannya yang besar dan berat dia tidak sanggup memakai sendiri, spontan dia mendekati saya dan meminta tolong memasangkan dengan bahasa tubuh dan kata yang terbata - bata :)
Konklusi : airish sudah mengetahui fungsi dari beberapa barang, dengan melihat bentuknya, mampu berkomunikasi dan mampu untuk meminta bantuan kepada orang lain.


Alfatih 5m
Hari ini Stimulus untuk Alfatih adalah dengan membiarkan dia bermain dengan orang dewasa, Fatih sudah mampu merespon senyuman, mampu mengeluarkan kata kata pendek seperti yaitu ta... ta... ta... :) you getting bisa baby boy :)

#harike4
#tantangan10hari
#level4
#GayaBelajarAnak
#kelasbunsayiip

Sunday, April 23, 2017

Hari Ke tiga, Tantangan !0 Hari Gaya Belajar Anak

Hari ketiga....

Membersamai anak adalah bagian dari kerja-kerja orang tua, setiap anak harus diobservasi karena mereka memiliki bakat yang sangat unik, berbeda satu dengan lainnya. Namun untuk dapat mengenali bakat anak harus dimulai dengan bagaimana mereka belajar, gaya belajar pun bisajadi berbeda antara satu dan yang lainnya.

Kedua anak saya masih berumur dibawah dua tahun dan menurut Ibu Septi, untuk mengenali gaya belajar anak di usia ini masih belum tepat karena umur mereka masih kecil, tugas yang lebih penting pada usia ini adalah memperkaya stimulus.

Airish 1y7m

Hari ini kami melakukan kegiatan outdoor pag-pagi sekali, jam 6 pagi saya mengajak airish untuk jalan-jalan ke taman dekat rumah untuk melihat responnya terhadap alam, dan orang lain sekaligus menunaikan tugas saya sebagai panitia dalam sebuah acara kecil-kecilan komunitas partai, yaitu senam dan taman baca.
Awalnya Airish masih malu-malu, terus menerus mengekor dan tidak mau jauh dari saya, karena tugas tertentu akhirnya Airish ikut Ayahnya. Ketika bersama Ayahnya Arish terlihat mulai rileks dan ikut berlari lari kecil mengelilingi lapangan, selanjutnya dia tidak canggung lagi, ikut membaca buku, bahkan minta naik ke tumpukan batu :D.




Altafih 5m4d
Baby Al, ditinggalkan selama beberapa jam ketika kami bersama kakaknya, dan Alhamdulillah dia tidak rewel ditinggalkan bahkan sempat tidur sebelum kami sampai kerumah.



#tantangan10hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KelasBunsayIIP





Hari ke 2, Tantangan 10 Hari, Gaya Belajar Anak

The Second Day....

Hari ini saya melakukan stimulasi untuk mencatat respon dan reaksi anak-anak saya.
Pada awal masa kehidupan anak, utamanya 0-2 tahun memperbanyak aktivitas dan stimulus akan memudahkan anak nantinya untuk mengenali bakat dan potensi mereka, istilah ibu Septi adalah Outside In.

Airish 1y7m
Dalam rentang usia Airish perkembangan motoriknya telah mengalami perkembangan, baik motorik halus, maupun mototik kasar.
Hari ini saya coba melakukan intervensi terhadap motorik halusnya, dengan memberikan pulpen dan spidol sehingga kemampuan memegang dan menontrol tangannya menjadi berkembang.
Alhamdulillah perkembangan Airish sama dengan anak usia sebayanya dimana pada umur seperti sekarang kecenderungan untuk bermain begitu besar, pun ketika saya intervensi dia langsung memainkan pulpen dan spidolnya. :)



Dari kegiatan yang kami lakukan hari ini, Airish cukup antusias bermain dengan pulpen dan spidolnya, meskipun tidak bertahan begitu lama.


Alfatih 5m

Untuk usia Alfatih yang masih bilangan bulan, perkembangannya juga mengalami kemajuan. Kali ini saya melakukan stimulus dengan memberikan potongan kertas berwarna, karena mainannya rusak oleh kakaknya (pengaruh jarak umur yang berdekatan :D). Alhamdulillah Alfatih cukup memberikan respon yang baik, sambil bersuara dia memainkan kertas  berwarnanya.




Hari kedua selesai, InsyaAllah besok kami akan kembali lagi dengan stimulus lainnya :)

#tantangan10hari
#level4
#GayabelajarAnak
#kelasbunsayIIP








Friday, April 21, 2017

Tantangan 10 hari, Gaya Belajar Anak

Modalitas belajar adalah modal yang besar bagi seorang manusia untuk memasukkan informasi, untuk selanjutnya dianalisis dan menjadi pengetahuan baginya.
Tantangan level 4 kelas bunda sayang IIP kali ini adalah mengenali modalitas anak dalam belajar.
Bagi anak usia dua tahun keatas kemampuan panca indera anak sudah optimal sehingga dengan mudah dapat dikenali modalitasnya (Septi Peni Wulandani). Untuk anak saya Kedua-duanya masih dibawah dua tahun sehingga yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pengamatan dilakukan dengan memperbanyak mengeksplorasi stimulus.

Hari pertama......
Airish 1y9m
Hari ini saya mencoba melakukan kegiatan bersama Airish melakukan kegiatan bersama yang sekaligus berfungsi sebagai stimulus untuknya, seperti biasa kami punya kegiatan pagi yaitu membaca buku. Airish cukup tertarik dengan buku yang dibacanya, nah dari hasil eksplorasi stimulus pagi ini ada beberapa poin yang saya amati, yaitu:
- Airish mampu mengulang kembali nama gambar yang saya bacakan, meskipun artikulasinya belum sempurna
- Airish menunjukkan ketertarikannya pada buku, dengan menunjuk setiap gambar yang ada.
- Airish mampu mengingat gambar yang pernah dia baca beberapa waktu setelah selesai membaca.






Fatih 5m
Stimulasi yang diberikan untuk Fatih adalah dengan banyak - banyak berinteraksi dengannya, alhamdulillah dari grafik perkembangan respon Fatih hingga saat ini sudah sesuai dengan tahap perkembangannya.


#tantangan10hari
#level4
#GayaBelajarAnak
#KelasBunsayIIP

Saturday, March 11, 2017

Mandiri,Why Not !





Menjadi Ibu adalah pekerjaan seumur hidup, menyayangi, mengasihi anak sudah menjadi 
naluri yang tidak bisa terpisahkan dari seorang Ibu. Melayani, memanjakan adalah sebuah keniscayaan yang muncul ketika anak telah lahir, bahkan ketika dalam kandungan.
Namun ketika anak sudah mulai tumbuh, keegoisan seorang Ibu untuk memanjakan dan melayani anak-anaknya harus mulai di lepaskan, sedikit demi sedikit demi perkembangan anak. Karena kemandirian adalah bagian dari proses pendidikan orang tua untuk anaknya juga untuk dirinya.

Menurut Ibu Septi Peni Wulandani Founder Institut Ibu Profesional bahwa kemandirian anak perlu dilatih karena Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.
Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.
Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.
Kapan kemandirian mulai dilatihkan ke anak-anak?
Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita membiarkan anak-anak untuk selalu dianggap bayi meski usianya sudah lebih dari 12 bulan.
Bayi usia 0-12 bulan kehidupannya masih sangat tergantung pada orang lain. Sehingga apabila kita masih selalu menolong anak-anak di usia 1 th ke atas, artinya anak-anak tersebut secara usia sudah tidak bayi lagi, tetapi secara mental kita mengkerdilkannya agar tetap menjadi bayi terus.

Bagi orang tua melatih kemandirian anak juga merupakan proses latihan baginya, mengapa?
Karena setidaknya ada beberapa hal yang perlu disiapkan dan dilatihkan orang tua terhadap dirinya sendiri, ketika mendidik anaknya dalam kemandirian yaitu:
1.     Siap
Kesiapan adalah hal pertama yang harus disiapkan, baik untuk anak maupun untuk orang tua. Kesiapan yang dimaksud antara lain siap mental, fisik dan materil,
Mental anak dan orangtua harus disiapkan, jauh jauh hari ibu sudah melakukan sounding dengan afirmasi positif ke anak, bahwa anak akan segera melakukan kemandiriannya segera dan ibu siap mendampingi proses tersebut, bukan membiarkan anak sendiri melakukannya.
Fisik anak dan Ibu harus siap karena proses kemandirian akan melatih motorik anak lebih teratur dan terlatih sedangkan Ibu harus menyiapkan fisik untuk senantiasa mendampingi dan mengawasi.
Materil adalah hal lainnya yang perlu disiapkan utamanya tentang apa saja yang menyangkut kemandirian anak.

2.    Sabar
Sabar adalah keniscayaan dalam mendidik kemandirian anak, emosi orangtua utamanya Ibu akan diuji disetiap prosesnya. Jika melatih atlit menjadi professional dibutuhkan kesabaran yang panjang dan lama bagi seorang pelatih, maka mendidik anak membutuhkan kesabaran yang lebih dari itu. Kemandirian adalah target yang akan dilakukan namun target utamanya adalah membentuk mental, rasa percaya diri dan Profil anak untuk bertanggung jawab dalam menjalankan peran kehidupannya.

3.    Konsisten
Ada banyak kemandirian yang harus dikuasai oleh anak di setiap tahapan umurnya, karena itu konsisten sangat diperlukan dalam  proses melatih kemandirian. Konsisten bagi anak akan mudah dilaksanakan ketika orangtua khususnya Ibu mampu menguasai dirinya dan konsisten terhadap dirinya sendiri, dan ini tidak mudah karena terkadang seorang Ibu tidak tega ketika melihat anaknya kerepotan dalam melakukan kemandirian utamanya ketika masa-masa awal latihan.

4.    Percaya
Akhir sebuah proses kemandirian ini adalah percaya, percaya kepada Allah SWT, percaya kepada diri sendiri dan percaya kepada anak. Setelah semua proses dijalani, percaya adalah hal yang paling utama karena ketika anak mulai memperlihatkan kelelahan, ketika orang tua  mulai lelah dan merasa putus asa maka harapan adalah harta karun yang tidak boleh hilang dari orang tua. Percaya kepada Allah SWT bahwa setiap anak dilahirkan satu paket dengan keterampilan hidupnya, percaya bahwa anak akan mampu melakukan semua kemandiriannya agar menjadi manusia yang sempurna. Kuncinya ada pada orang tua untuk tetap percaya.


Belajar melatih kemandirian Airish makan sendiri bagi saya, menyisakan banyak pelajaran yang saya peroleh. Meskipun terdengar sepele latihan makan sendiri ini kembali meningkatkan kualitas kedekatan saya dengannya, melatih kesabaran, kesiapan, konsistensi dan kepercayaan saya.


Akan ada banyak lagi episode kemandirian untuknya semoga saya tetap membersamai dengan baik dan mengantarkan Airish menjadi Wanita dan probadi Muslimah yang mandiri, Insya Allah……..



Saturday, March 4, 2017

Hari kesepuluh tantangan 10 hari kemandirian anak

Hari kesepuluh



Taraaaa, tau tau sudah hari kesepuluh

sudah mulai terbiasa tidak menyuapinya terutama di pagi hari,semoga bisa tetap istiqomah, dan banyak hal dari 10 hari ini yang menjadi catatan untuk kami berdua, khususnya saya sebagai ibunya.


Hari kesembilan, Tntangan 10 hari kemandirian anak

Hari kesembilan


Airish menikmati proses makannya, tetapi saya baru menyadari bahwa saya kurang kreatif dalam menyajikan makanan . karena keyterbatasan waktu dan kerepotan dengan adiknya, saya merasa kurang memperhatikan hal tersebut.



Hari kedelapan, Tantangan 10 hari kemandirian anak

Hari kedelapan


Saya mencoba mengganti suasana makan airish, dengan memindahkan lokasi makan ke teras, dan hal ini cukup membantu, karena setengah porsi habis dilahap...alhamdulillah



Hari ke tujuh, Tantangan 10 hari Kemandirian anak

Hari ketujuh



Airish sudah menikmati proses makan sendiri, tantangan terbesarnya justru bagi ibunya, karena gemes untuk menyelesaikan proses makan yang kadang sangat lama dan berantakan.... :)



Hari keenam, Tantangan 10 hari kemandirian anak

Hari keenam Airish Makan sendiri

Hari ini airish 1y6m kembali makan sendiri, sepertinya sudah cukup terbiasa dan makan pun dengan lahap...alhamdulillah



Monday, February 27, 2017

Hari ke 5, Tantangan 10 hari


Hari ke 5
Tantangan 10 hari
Melatih kemandirian


Hari ke 5
Mencapai klimaks tantangan 10 hari melatih airish makan sendiri
kali ini strategi saya adalah memberi alas makan buat airish biar nasinya tidak berhamburan
alhamdulillah , nasi nyaris habis dan rumah tetap bersih

Yayyyy, tetap semangat yah sayang


Hari ke empat, Melatih Kemandirian Anak

Hari ke empat
Tantangan 10 hari
Melatih Kemandirian anak


Hari ke empat....
Masih berjibaku dengan proses " Makan Sendiri", hari ini saya bertekad untuk mendampingi airish menghabiskan makanannya, alhamdulillah diawal proses airish riang gembira dengan makananya
tapi hanya berlangsung sebentar, ahahahaha

makan di meja adalah salah satu strategi saya agar airish bisa duduk tenang menghabiskan makananya, tapi tetap saja ternyata dia sibuk dengan semua barang-barang yang ada di meja, dengan bermain dan mengeksplorasi. Alhasil nasinya terlupa dan lebih banyak bermain.

Tetap waras dan semangat demi kemandirian anak adalah solusi terbaik (meskipun mewek dan ngomel dalam hati) keep positif, semoga besok nasinya bisa habis yah cantiiiik.



Hari ke 3, Melatih kemandirian Anak

Hari 3
Tantangan 10 hari
Melatih Kemandirian Anak


Hari ketiga.....
Wuahhhhh hari ini cukup hectic buat saya, jadwal pagi kekantor membuat waktu berlalu begitu cepat, sempat tergoda untuk menyuapi airish, tetapi usaha saya dua hari terakhir bisa menguap sia-sia jika saya melakukannya.

Akhirnya saya menyiapkan nasi airish dan menyodorkannya, tetapi karena waktu yang begitu mepet saya tidak mendampinginya untuk melakukan kemandiriannya, saya sibuk dengan adiknya,

daaaaan
akhirnya airish berhasil makan dengan 3 suapan saja, sisanya dibiarkan tergeletak di teras rumah.....

What a day .....


Hari kedua
Tantangan 10 hari
Melatih Kemandirian anak

Airish 1y5m termasuk anak yang mandiri diusianya, setidaknya itu penilaian saya sebagai Ibunya. Sejak berumur 6 bulan sebagai ibu bekerja di ranah publik saya harus merelakan dia diasuh oleh orang lain, menyedihkan bagi saya tetapi untuk saat ini keputusan itu adalah yang terbaik bagi kami semua. :(

Meskipun begitu, diusianya yang sekarang saya harus mulai melatih kemandiriannya, untuk saat sekarang makan sendiri adalah tantangan yang harus kami berdua lewati bahkan untuk semua orang rumah, karena proses makan sendiri bagi anak kecil membutuhkan dukungan dari orang sekitar.

Hari pertama, makan sendiri Airish berlangsung cukup sukses setidaknya setengah porsi nasi, bisa dihabiskan meskipun menurut saya masih kurang. Tetapi dihari kedua ini volume nasi yang dihabiskan menurun, dan saya harus bisa bersabar untuk tidak menyuapi agar esok hari bisa konsisten untuk mandiri, dengan makan sendiri


Thursday, February 23, 2017

Hari pertama
Tantangan one week one skill
Bunda sayang Iip

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Setelah selesai dengan tantangan 10 hari komunikasi produktif, kali ini kelas bunda sayang IIP, maka kami para peserta kuliah bunsay kembali mendapatkan tantangan kedua.

Kali ini kami ditugaskan  untuk melatih kemandirian anak sesuai dengan umur dan tahap perkembangannya. Anak saya Airish saat ini 1y5m sedang aktif-aktifnya melakukan eksplorasi di dalam rumah, dan salah satu jenis kemandirian yang tepat untuk dilatih adalah kemampuan makan sendiri Selama ini Airish lebih banyak saya suap dalam proses makan, karena saya adalah seorang ibu pekerja, sehingga waktu, utamanya dipagi Hari begitu sangat berharga.  Padahal jika Airish saya biarkan untuk makan sendiri akan memunculkan pekerjaan baru bagi saya.

Yahh tapi saya dan airish harus melewati tantangan ingin demi perkembangan kemandirian nya.

Di hari pertama saya membiarkan Airish makan sendiri, dan seperti yang sudah saya perkirakan, dia sangat senang dan memunculkan pekerjaan baru bagi saya, yaitu membersihkan makanan yang berserakan.

Hihihi semangat kakak!
#Hari1
#one week one skill
#kelasbunsayiip

Friday, February 17, 2017

Aliran rasa  tantangan komunikasi produktif

Tantangan kelas bunsay mengenai komunikasi produktif  membuat saya sadar kalau selama ini saya hanya berbicara kepada anak dan suami, bukan berkomunikasi apalagi produktif.

Sepuluh hari bukan hal yang mudah bagi saya, bahkan kalau di Totalkan tidak genap sepuluh hari saya berkomunikasi produktif karena didalamnya masih penuh dengan kegagalan pun hingga hari ini.

Tantangan terbesar saya saat ini adalah berkomunikasi dengan suami dua tahun berumah tangga masih sangat banyak problem yang harus diselesaikan apalagi yang berhubungan dengan diri kami masing-masing... :(

Berbeda dengan teman teman yang telah mengalami perubahan, saya justru sebaliknya.
Ahh doakan saya agar saya bisa istiqomah dalam berkomunikasi dan dalam rumah tangga saya.... I'm desperate right now

Maaf jika isinya mendekati negatif, hanya coba mengalirkan rasa


Friday, February 10, 2017

Hari kesepuluh
Tantangan 10 hari
Komunikasi Produktif


Hari kesepuluh
Sepuluh hari mencoba belajar melakukan komunikasi produktif  bersama keluarga kecil, keluarga besar, teman, atasan...
Banyak hal yang terlewatkan dan luput dari usaha komprod, dan 10 hari masih belum cukup, komprod masih harus dipraktekkan seumur hidup, setiap hari, dari masa kemasa...

Malam ini tantangan hari ke 10 ditutup dengan konklusi belajar komprod seharian...
1. Meninggalkan Airish di rumah, butuh waktu sounding yang cukup singkat untuk airish hari ini, padahal biasanya jika besoknya saya akan meninggalkan airish, saya sudah sounding sejak malam hari. Namun alhamdulillah hari ini Airish melepas kepergian saya dan Fatih dengan senyuman dan lambaian tangan, ah bidadari kecilku begitu rugi rasanya kehilangan setengah hari denganmu...
2. Membawa Baby Fatih ke kampus, sudah 4 hari saya terpaksa membawa Fatih ke kampus, demi menjaga tetap ngeasi tanpa botol dan bonding yang berlimpah untuknya. Saya tetap menjaga komunikasi dengan Jenderal-ku ini, kadang saya harus meninggalkan dia sendiri, tapi tetap berdialog dengannya sambil menjada eye contact. Alhamdulillah hari ini Alfatih sangat bekerjasama apalagi hari ini paksu tidak membersamai.
3. Melakukan talking pillow dengan paksu, tipe paksu adalah orang yang sangat senang membagi informasi apapun, yang sudah-sudah kadang saya begitu cepat bosan dengan obrolan paksu,  tapi hari ini saya mencoba menyelami apa yang beliau obrolkan tanpa berlalu begitu saja..meskipun kadang bahasa tubuh nasih berkata lain :D


#hari10
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Thursday, February 9, 2017

Hari kesembilan
Tantangan 10 hari
Komprod

Hari kesembilan...
Susah susah gampang berkomunikasi produk dengan org lain, apalagi dengan suami yg punya foe dan for yang jauh berbeda dengan saya.

Jadi kejadiannya malam tadi ketika kami melakukan talking pillow, ada satu hal yg disampaikan oleh suami dimana saya spontan mempertanyakan kenapa harus demikian.
Tiba-tiba saja paksu kemudian berubah air muka dan intonasi Suaranya tanda bahwa beliau tidak suka dengan spontanitas saya... :(

Benar Foe dan for saya berbeda jauh dengan suami sehingga spontanitas saya rupanya melukai perasaan dan ego beliau sebagai laki-laki, padahal menurut saya biasa saja sy balik bertanya...

Namun demi belajar berkomunikasi saya pun mengalah dan tidak memaksakan pertanyaan saya serta meminta maaf.

#hari9
#komunikasiproduktif
#tantangan10hari
#kelasbunsayiip

Wednesday, February 8, 2017


Hari kedelapan
Tantangan 10 hari
Komunikasi produktif


Akhir - akhir ini saya mengalami sedikit kegalauan berkaitan dengan aktivitas saya di ranah publik, dihadapkan pada dua buah pilihan yang sejatinya merupakan pilihan yang sulit dan menantang membuat emosi saya terkadang menjadi tidak stabil, ditambah lagi kondisi pasca melahirkan.

Untuk mengalirkan perasaan dan kegalauan saya, paksu adalah seorang yang paling mungkin untuk saya ajak berkomunikasi apalagi keputusan yang saya ambil bukan keputusan kecil Karena juga akan berimbas pada kehidupan rumah tangga kami, awalnya paksu memaksakan untuk saya memilih pilihan yang menurut saya berat pelaksanaannya jika diselaraskan dengan visi dan misi keluarga, namun disisi lain pilihan yang kedua pun sebenarnya sulit karena akan memengaruhi  kondisi keuangan rumah tangga kami.

Setelah berhari - hari berfikir dan berdoa akhirnya saya menetapkan hati untuk memilih pilihan kedua dengan segala resikonya, dan yang patut saya syukuri adalah paksu mendukung keputusan saya bahkan akhirnya pun pilihan kedua saya tidak seindah yang saya bayangkan, beliau tetap menguatkan saya.

Kata beliau "tugas saya sekarang ini adalah ngadem - ngademin kamu"  Alhamdulillah, sepertinya yang berhasil melakukan tantangan  kompromi kali ini adalah paksu, bukan saya :).

#hari8
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Tuesday, February 7, 2017


Hari ketujuh
Tantangan 10 hari
Komunikasi produktif

Kali ini tantangan komprod bagi saya adalah, berkomunikasi dengan baik pada Airish anak saya, sudah tiga hari sejak saya mulai kembali beraktivitas di kantor setelah hampir dua bulan kami menghabiskan waktu bersama.  Saya yakin hal ini akan mudah kami lewati meskipun butuh "ketegaan hati"  untuk melakukannya.

Pola yang saya lakukan pada airish adalah mulai melakukan sounding di malam hari atau pagi hari disela sela rutinitas pagi yang kami berdua lakukan.  Meskipun kadang dia tidak merespon atau hanya menimpali dengan kata "ote", saya tau Airish paham dengan apa yang saya sampaikan.

Nahhhh, jreng... Jreng... Jreng
Sampailah waktunya untuk berpamitan pada Airish, terus terang hati saya sakit, bagaikan disayat - saya (agak lebay tp begitulah rasanya) saya duduk sampai mata saya berada rata dengan mata airish, lalu dengan pelan - pelan serta senyum yg manis, saya sampaikan bahwa hari ini saya dan adek Fatih akan ke kantor. Wuihh rasanya sangat sakit,  ahh tapi begitulah hidup, berani mengambil resiko dengan segala konsekuensinya.

Lalu sayapun berangkat, dan seperti yang saya perkirakan airish sempat menangis meskipun cuma sebentar, dan ketika melihat anak saya sedih, saya pun diliputi rasa bersalah, namun sekali lagi inilah hidup.

#hari7
#tantangan10hari
# komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Sunday, February 5, 2017


Hari ke enamTantangan 10 harikuliah Bunsay IIP


Hari ini saya dan keluarga kecil akan melakukan perjalanan dan ini merupakan tantangan tersendiri bagi saya,  karena sebelum ini saya tidak pernah berhasil pulang kerumah tanpa bersitegang dengan suami dan anak serta membawa pulang rasa jengkel, dongkol dan kelelahan yang berkepanjangan.

Mulai dari aktifitas bangun pagi, saya berusaha untuk cepat melakukan kegiatan rutin namun berusaha santai dan tidak stress, membangunkan anak pertama dengan tenang, langsung memandikan dan memberi susu, untunglah debay masih lelap saat kakaknya bangun, jadi saya dapat membereskan kakak terlebih dahulu. Setelah itu adik pun bisa terurus dengan baik.

Alhamdulillah, Tantangan pertama lewat, komprod berhasil dengan kedua anak saya, :)

Tantangan kedua adalah komprod dengan paksu, terus terang ini agak sulit bagi saya karena seringnya saya tidak berhasil berkomunikasi. sudah jam 7 pagi sejak paksu bangun dan tidur lagi karena kelelahan sejak semalam, tapi saya berusaha untuk tetap tenang agar segera bangkit dan membantu saya menyiapkan apa saja yang akan kami bawa.

Tantangan ketiga adalah konsisten untuk komprod sepanjang perjalanan, utamanya untuk airish yang sudah mulai berjalan, sejak berangkat hingga pulang saya catat ada beberapa kali saya melakukan pelanggaran.....

untuk lebih mudah ada beberapa hal yang perlu saya lakukan kedepannya agar perjalanan keluarga kecil kami dapat beriringan dengan komprod :
1. Sounding sejak semalam kepada paksu dan anak-anak mengenai kegiatan esok hari
2. Mengecek apa saja barang dan perlengkapan yang harus dibawa esok hari
3. Melakukan pembagian tugas dengan paksu sejak pagi hari
4. Melakukan semua hal dengan cermat namun tetap tenang dan rileks agar perjalanan keluarga tetap dapat dinikmati.


#Hari6
#Tantangan10hari
#Komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Saturday, February 4, 2017



Pemimpin dan keadilan


Di sebuah Negeri yang dahulunya Gemah Ripah Loh Jenawi terjadi kekacauan besar dalam konteks kenegaraan semakin diujung tanduk, kini hari ini di negeri itu, seolah tidak ditemukan lagi kebaikan, kehangatan dan keharmonisan. Semua jargon, prinsip dan nilai-nilai kebangsaan sejak dulu kala yang  ada di Negeri itu mendadak hilang, menguap dan semua serentak buta, tergagap mengeja tentang Bhineka tunggal Ika, tentang musyawarah, tentang gotong royong dan masih banyak lagi nilai nilai lainnya, hal ini disebabkan kesalahan penduduk negeri itu mengeja tentang arti sebuah kepemimpinan.
Media dihiasi dengan berbagai macam berita, liputan yang semakin horror, rakyatnya dicekoki, dipertontonkan tentang pergulatan, perampasan, kekerasan, saling sikut….NGERI…
Padahal dalam kehidupan lainnya contoh konkrit dan kisah nyata telah tergelar jelas, di kehidupan lain dikisahkan bahwa  prinsip sebuah kepemimpinan adalah: “Janganlah engkau mencari kedudukan dalam pemerintahan. Sesungguhnya jika engkau diserahi jabatan tanpa memintanya, niscaya Allah akan menolongmu untuk dapat melaksanakan tanggung jawabnya. Tetapi jika engkau mendapatkan tanggung jawab itu karena mengharap-harap dan menuntutnya, niscaya akan diserahkan di atas bahumulah semua bebannya, lalu kelak Allah akan menggugatmu atas tanggung jawab itu.

Di kehidupan lain itu, tidak seorang pun yang mengajukan diri untuk menjadi pemimpin, salah seorang pemimpin menawarkan dua sahabatnya untuk menjadi pemimpin namun begitulah mereka justru yang menawarkan calonlah yang akhirnya terpilih. Setelah beliau wafat dicarilah penggantinya, drama kembali terulang ketika pemimpin ini akan wafat diantara rasa sakitnya beliau mewasiatkan agar sahabat yang dahulu dicalonkan agar mau melanjutkan perjuangannya. Begitulah yang berlaku

Dalam kehidupan lain itu, mereka adalah orang –orang shaleh yang merasa bernoda, mereka adalah para ksatria yang menilai diri lemah, dan mereka para pemimpin yang takut akan hari perhitungan. Di sana mereka berprinsip bahwa untuk menegakkan keadilan di suatu negeri maka minimal ada 3 hal yang harus dipenuhi:

1.       Berupaya menegakkan keadilan pertama-tama bagi diri mereka sendiri
Adalah Umar, Syuraih, Seorang Arab Badui dan jual beli kuda menunjukkan upaya itu.
2.       Ketaatan aparat pada tata laksana peradilan terlihat pada  kisah Ali, Yahudi dan baju perang.
3.       Semangat untuk menjalankan pengadilan dalam rangka ketaatan pada Allah, menetapi kebenaran dan memenuhi rasa keadilan seperti yang dipertontonkan Umar, Salman , dua pemuda Makkah, dan seorang lelaki pembunuh.

Di kehidupan lain keadilan adalah suatu hal yang mutlak apatah lagi bagi seorang pemimpin, maka tak salah kehidupan lain itu mampu untuk menaklukan banyak negeri lewat para pemimpinnya yang tersebar dan menyebar membawa nilai-nilai keadilan
Ah alangkah sulit Negeri itu meneladani kehidupan lain, kini negeri itu diambang kehancuran, tapi saya adalah penduduk negeri yang masih merindukan pemimpin yang berkeadilan, Negeri itu, negeriku bernama INDONESIA.




#OWOP1

Thursday, February 2, 2017

Hari ke lima
Tantangan 10 hari
Komunikasi produktif
Kelas bunsay IIP


Hari ini hari ke lima tantangan komunikasi produktif, hari ini bukan keberhasilan berkomunikasi tetapi sebaliknya, :(

Hari ini ini bisa dikatakan bahwa saya gagal dan lalai dalam menjaga pola komunikasi saya, utamanya pada airish.  Kejadiannya ketika seperti biasanya saya tidak pernah melarang sesuatu kepada airish untuk beraktifitas selama tidak membahayakan agar dia banyak belajar dan bermain sehingga stimulasinya semakin baik.

Namun saya lalai, ketika dia mengikuti saya kedapur untuk membuatkan sarapan untuknya tanpa sengaja dia memegang panci yang baru saja saya angkat dari kompor....
Celakanya melihat kejadian itu saya justru spontan marah dan meneriaki airish yang saat itu kaget dan kesakitan, teriakan dan kemarahan saya membuat tangisannya semakin menjadi jadi dan melukai psikologisnya(mungkin),.
Saya hanya bisa beristighfar  dan memohon maaf kepada airish, awalnya dia tidak mau melakukan eye contact dengan saya, sedih rasanya kenapa saya harus melakukan kesalahan seperti ini.  Namun lama kelamaan setelah tangisannya reda saya kembali meminta maaf dan memeluknya, semoga dia bisa merasakan aliran permohonan maaf saya dan rasa sesal saya lewat denyut jantung ketika saya mendekapnya...
(no pictures)

Ah menjadi orang tua yang baik sungguh memerlukan kekuatan untuk tetap waras dan senantiasa terhubung pada Allah SWT....

#hari5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Tuesday, January 31, 2017

Hari ke empat
Tantangan 10 hari, Komunikasi Produktif
Kelas bunda sayang IIP

Membangun sebuah forum keluarga yang konsisten selama 10 hari bukanlah sesuatu yang mudah, pun tidak begitu sulit.  Pola dan penerapan prinsip - prinsip komunikasi yang harus diterapkan adalah hal yang menjadi poin utama yang harus digaeis bawah.
Seperti pada momen kali ini, ini adalah momen langka dan sedikit kompleks pada komunikasi produk baik saya sebagai orangtua dan  anak2 disisi lain.  Momen kali ini, alhamdulillah kami diberi kesempatan untuk bersilaturahmi ke rumah kerabat yang sekaligus menjadi pengalaman yang baru buat airish dan Alfatih, sedangkan bagi saya kesempatan ini menjadi waktu yang tepat untuk menerapkan pola komunikasi produktif.

Pada saat silaturahmi airish bertemu dengan kerabat yang terbilang baru baginya, namun dari pengamatan saya airish mampu untuk berkomunikasi dan beradaptasi dengan  baik, dengan bahasa tubuh dan gaya bahasa ala anak seumurannya (1y4m) meskipun pada awalnya masih canggung dan malu.

Sedangkan bagi saya kesempatan ini memberikan saya ruang untuk bersilaturahmi dan kembali menerapkan pola komunikasi utamanya bagi orang tua (kakek, nenek)  yang lebih mengedepankan mendengarkan serta mendahulukan nalar.


#Hari4
#tantangan10hari
# komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Sunday, January 29, 2017

Hari ke 3,Tantangan 10 hari, Komunikasi Produktif
Kelas bunda sayang IIP

Hari ini adalah hari ketiga tantangan 10 hari komunikasi produktif
Selama ini waktu tidur Airish adalah sesuai dengan keinginannya, bahkan parahnya saya sering meninggalkan dia tidur duluan. Sering ibu saya bilang biarkan capek capek sendiri sampai tertidur :)  (parah)

Saya pun menantang diri agar bisa melakukan cara efektif agar airish dapat tidur di awal waktu dengan melakukan komunikasi produktif dengan eye contact dan bicara perlahanktif. Ketika adzan Isya berkumandang saya melakukan sounding pada airish bahwa setelah minum susu, saya akan bercerita, cerita yang bagus sekali, lalu setelah itu kita tidur yah kakak, meskipun dia belum sepenuhnya mengerti tapi saya tahu airish memahami apa yang saya maksudkan.

Dan Alhamdulillah setelah minum susu, dan bercerita saya mematikan lampu kamar dan airish pun dengan senang hati tidur tanpa dipaksa... Semoga bisa istiqomah :)

#hari3
#tantangan10hari
# komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Friday, January 27, 2017

Hari kedua Tantangan 10 hari, Komunikasi Produktif
Kelas bunsay IIP

Hari kedua.....
Hari ini kebetulan saya dan kedua anak sedang pulang ke kampung menengok tante yang sedang sakit, baru kali ini saya dan anak - anak bepergian dalam waktu beberapa hari tanpa ayahnya.
Bagi si sulung Airish yang sehari - harinya tidur dengan ayahnya dan bertemu dipagi hari, mengalami sedikit keanehan dan kondisi yang berbeda, setidaknya itu yang saya lihat ketika bangun di pagi hari.
Oleh karena itu demi menjaga intensitas komunikasi dengan ayahnya maka saya melakukan video call dengan ayahnya sembari melihat ayam dan bebek di pekarangan rumah kakeknya. Dengan proses video call proses komunikasi produktif airish dan ayahnya tetap berlangsung, dan memenuhi syarat komunikasi efektif dengan anak, seperti  eye contact, intonasi suara dan yang paling penting airish merasa senang dan gembira, :)




#hari2
#tantangan10hari
# komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Wednesday, January 25, 2017

Hari pertama komunikasi produktif  kelas bunsay IIP

Alhamdulillah suatu kenikmatan tersendiri yang diberikan oleh Allah karena telah mempertemukan saya dengan  komunitas IIP.  Singkat cerita setelah lulus dari kelas matrikulasi saatnya Sekarang masuk ke kelas baru yaitu kelas bunda sayang.

Dikelas ini peserta akan melaksanakan challenge yang harus di lakukan secara konsisten.
Hari ini peserta telah memperoleh materi Komunikasi Efektif.
Ada banyak materi yang isinya "daging"  semua (istilah Internet marketer:)) yang akan saya posting di tulisan berikutnya.

Hari ini saya telah melaksanakan challenge I, hari ke 1

Malam ini saya membagikan informasi dari kuliah bunsay bagaimana berkomunikasi yang baik bahkan dengan anak bayi Nb, yaitu dengan melakukan kontak mata, dan suami mencoba untuk melakukan teknik komunikasi tersebut. :)

#hari1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip