Tuesday, September 19, 2017

Resensi Buku : "I love Homeschooling"



Judul buku : I love Homeschooling, segala sesuatu yang harus diketahui tentang Homeschooling
Penulis : Indah Hanaco
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978 – 979 – 22 – 7924 - 5



Buku  ini ditulis oleh Ibu Indah Hanaco seorang praktisi Home Schooling (HS), berangkat dari kegalauan beliau ketika anaknya berumur 11 tahun tiba-tiba minta belajar di rumah. Karakter anaknya yang dianggap aneh dilingkungan sekolah membuat dia tidak nyaman dan menjadi pemurung. Akhirnya dengan mengumpulkan berbagai informasi dan mengikuti komunitas pelaku HS, penulis menetapkan hati untuk melaksanakan HS, kisah perjalanan melaksanakan HS dan berbagai macam seluk beluknya dirangkum dalam buku ini.

Bab pertama dibuka dengan apa itu HS dan sejarahnya di Indonesia, secara sederhana HS bisa dijelaskan sebagai model pendidikan berbasis rumah, dengan orangtua sebagai penanggung jawab aktif serta fokus pada kepentingan dan kebutuhan anak-anaknya, jadi HS ini bukanlah sebuah hal yang istimewa, mahal, bahkan aneh, karena sejatinya proses pendidikan memang tanggung jawab dasar orang tua terhadap anaknya, hanya saja di masa sekarang ini pandangan orang kebanyakan jika anak tidak bersekolah formal kesannya  lebih kearah negatif. Di Indonesia sendiri perkembangan HS sudah diakui keberadaannya sejak tahun 2003, dengan dikeluarkannya UU no 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional yang menyebutkan tentang adanya kegiatan informal yang dilakukan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
Sistem pendidikan di Indonesia, sekarang ini khususnya SD  mewajibkan anak-anak untuk menghabiskan 1.400 jam pelajaran sedangkan rekomendasi UNESCO hanya berkisar 800-900 jam pelajaran, sehingga anak-anak gampang merasa bosan, bahkan kelebihan beban pelajaran. Tidak hanya itu, fenomena yang terjadi saat ini antara lain bully, pacaran, dll membuat para orang tua merasa resah melepas anak-anaknya ke sekolah formal. HS menjadi salah satu alternative pola pendidikan anak yang relatif aman, selain itu pendidikan sesuai keinginan, fleksibiltas, belajar dari rasa ingin tahu, mandiri dan kesempatan mengenali potensi adalah nilai plus dari sistem HS ini.
Namun pertanyaan yang kemudian muncul, utamanya bagi yang ingin menjalankan HS adalah, bagaiman menjalankannya?, harus mulai dari mana?. Bagaimana kurikulum dan cara belajarnya?. Konsep HS adalah sistem yang berbasis kepada anak sebagai objek pendidikan, karenanya tidak perlu bingung karena sistem pendukung pendidikan seperti disebutkan tadi akan mudah ditentukan berdasarkan kebutuhan anak itu sendiri. Kurikulum pendidikan HS pun dengan mudah untuk diakses baik yang berbayar maupun yang gratis banyak tersedia sisa bagaimana orang tua mampu mengenali kebutuhan anak dalam belajar. Demikian pula dengan cara belajar, orang tua dapat dengan bebas untuk mengajarkan, mendampingi anak-anak sesuai dengan modalitas belajar yang paling dominan, baik audio, visual ataupun kinestetik.

Kenyataan lain yang menjadi sorotan adalah tentang biaya pendidikan, banyak yang beranggapan bahwa HS akan menghabiskan banyak sekali biaya dibandingkan dengan pendidikan konvensional. Padahal tidak demikian di buku ini dijelaskan bahwa justru dengan ber-HS orang tua dapat menyesuaikan biaya yang dikeluarkan dengan alokasi dana untuk pendidkan anak. Bagusnya lagi adalah orang tua dapat lebih kreatif untuk menghadirkan sarana pendidikan bagi anak-anaknya. Fenomena kedua yang menjadi bahasan adalah ijazah, jangan khawatir dengan adanya UU pendidikan nasional, peserta HS dengan mudah untuk memperoleh ijazah, baik dengan ijazah kesetaraan, ijazah yang melalui mekanisme ujian nasional bahkan ijazah dari luar negeri.

Pendidikan berbasis rumah di Indonesia sudah mulai berkembang, dimana-mana komunitas HS bermunculan mengumpulkan begitu banyak praktisi HS di negeri ini, dari sana pulalah diskusi antar pelaku HS berkembang, saling berbagi tentang plus dan minus HS menjadi bahan pelajaran satu dengan yang lain. Namun kesemuanya adalah upaya orang tua pelaku HS untuk menyelamatkan anak-anak agar mereka menjadi anak-anak yang sukses nantinya. Bukan berarti mengucilkan sistem pendidikan di negeri ini karena dimanapun atau bagaimanapun anak-anak belajar sukses dunia akhirat adalah tujuannya.

“Tidak peduli bagaimana sebuah berlian ditempa, karena pada akhirnya kilauannya lah yang akan membuat orang terpesona”


#Resensibuku
#BacaYuk

Cerdas Finansial 1



Hari pertana tantangan kali ini di level 8 kelas bunda sayang adalah mengenai kecerdasan finansial

Mengenalkan konsep finansial pada anak memang lebih pada mendapat dan  mengelola keuangan, namun yang harus disadari sebagai orang tua adalah lebih pada mengenalkan konsep rejeki dan uang hanya bagian kecil darinya.

Airish 2y20d sebenarnya telah mengenal uang sebagai sebuah benda yang ditukarkan untuk mendapatkan sejumlah barang, meski sebenarnya tidak ada standar waktu yang pas untuk mengenalkan uang pada anak, namun bagi saya Airish masih terlalu dini untuk mengetahui hal tersebut. Kebiasaan dan lingkungan rumah mau tidak mau membuat Airish sudah sedikit paham tentang uang.

Mengenalkan konsep rejeki seperti kata Ibu Septi adalah hal yang paling utama, saya sudah sering melakukan sounding pada Airish tentang hal ini. Seperti hari ini saya mengajak Airish ke mesin ATM, dia cukup antusias menunggu uang keluar dari mesin. setelah uang keluar saya lalu bertanya; "uangnya siapa yang kasi nak?" dengan spontang dia menjawab " Allah"

WOW momen ini begitu menyenangkan hati saya, semoga apa yang Airish ucapkan disertai dengan pemahaman.

Untuk Alfatih 9m20d mengucapkan kata Alhamdulillah dan Bismillah merupakan usaha saya untuk mengenalkan padanya betapa rejeki itu Allah berikan yang senantiasa harus disyukuri meskipun hanya dalam bentuk ASI.


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Saturday, September 2, 2017

Semua Anak Adalah Bintang 10

Hari 10


Airish dan Alfatih dua pribadi yang berbeda, mereka masing-masingnya adalah anak-anak yang unik. Mereka punya karakter sendiri, mereka punya tahapan perkembangan sendiri, mereka memberikan kejutan-kejutan yang berbeda untuk orang sekitarnya.

Mereka kini tumbuh bersama mengasah keempat ranah potensial mereka, intrapersonal, interpersonal, ranah perubahan, dan ranah spiritualitas akan mereka maksimalkan bersama.

Semoga saya akan selalu membersamai kalian nak, hingga kalian kelak akan bersinar bagaikan bintang gemintang.

#tantangan10hari
#level7
#kuliahbunsay
#Bintang keluarga

Semua Anak Adalah Bintang 9

Hari ke 9

Alfatih sudah mulai menunjukkan perkembangan, alhamdulillah dia sudah mulai bisa duduk sendiri, kemampuan berkomunikasipun sudah mulai terlihat lebih baik, dia sudah mampu menunjukkan bahwa dia ingin makan tanpa harus menangis.

Perkembangan Alfatih Alhamdulillah semakin hari semakin menujukkan grafik naik, meskipun tahapannya tidak boleh sama sekali dibandingkan dengan kakanya.
Bukankah ini adalah hal yang tabu dalam dunia "bintang"
yah karena Alfatih berbeda, dia unik dan very limited edition seperti juga kakaknya Airish.
Mereka sama dalam perbedaan :)


#Tantangan10hari
#Level7
#kuliahbunsay
#Bintangkeluarga

Semua Anak adalah Bintang 8

Hari ke 8


Jilbab bagi Airish adalah sahabat keluar rumah, sedari kecil saya membiasakan dia berjilbab, bukan paksaan hanya pembiasaan semata. Bagi saya selain membiasakan jilbab bagi Airish adalah pelindung kepala, karena kalau memakai topi atau bando, lebih gampang untuk terlepas.

Tapi hari ini Airish keluar rumah tanpa sahabatnya, entah apa yang dirasakan Airish tanpa sahabatnya, saya pun tidak memaksa dia berjilbab, karena belum ada kewajiban baginya, dan jiwanya masih butuh bereksplorasi dengan berbagi hal, situasi dan kondisi.

Akan tiba saatnya dia akan memahami dan dengan sukarela serta senang hati keluar rumah dengan memakai jilbabnya, kerana ranah spiritualnya telah terpenuhi dengan imaji yang indah tentang penciptanya, dan semoga sayalah yang mengantarkan hal tersebut padanya :)


#Tantangan10hari
#Level7
#kuliahbunsay
#Bintangkeluarga

Semua Anak adalah Bintang 7


Hari ke 7

Sepulang kantor seperti biasa, Airish langsung menyambut Adiknya, bukan Ibunya, hiks hiks
Hari ini Airish begitu senang menyambut adiknya pulang.
Hingga larut pun mereka masih saja bermain, membaca buku, berpelukan , dan lain lainya.
Intra dan Interpersonalnya dapat yah.... :)
Ah bahagianya Ibu melihat momen ini.

My stars...keep Shining yah....


#tantangan10hari
#Level7
#kuliahbunsay
#Bintangkeluarga

Semua anak adalah bintang 6

Hari ke 6

Lelah sepulang kantor tidak boleh menjadi alasan bagi saya untuk melewatkan momen bersama Airish, kalau Alfatih setiap hari ikut saya ke kantor, jadi Insya Allah momen membersamainya lumayan lebih banyak dibandingkan kakaknya.

Seperti hari ini sepulang kerja saya merasa begitu lelah, saya lalu mengajak Airish  untuk sejenak bersitirahat sebelum memulai aktivitas malam kami. Saya mewawancarai apa saja yang dilakukan hari ini.
Alhamdulillah dia cukup merespon dengan baik, meskipun dengan bahasa verbal yang belum sempurna, tapi cukup untuk dimengerti .

Ah Semakin hari, semakin banyak perkembangan yang ditunjukkannya, semoga dalam waktu dekat saya bisa bersamanya setiap hari,agar bintangnya semakin bersinar.

#Tantangan10hari
#level7
#kuliahbunsay
#Bintangkeluarga

Semua Anak Adalah Bintang 5

Hari Ke 5

Hari ini Airish akan ikut bersama saya dan adiknya ke acara penyuluhan, saya beraharap semoga kedua anak ini bisa mengikuti kegiatan saya hari ini tanpa tantrum dan kelelahan yang berlebihan.
Mulai dari pagi mereka ikut bersama saya, perjalanan yang ditempuh selama dua jam membuat mereka harus beberapa kali bangun tidur di atas mobil.
Airish terlihat cukup menikmati perjalanan kali ini, tidak henti-hentinya dia menanyakan semua hal yang dilihatnya dikanan kiri jalan, bahkan beberapa kali menyanyi beberapa buah lagu, sedangkan Alfatih dia cukup tenang meskipun beberapa saat dia rewel, mungkin karena kelelahan.

Perjalanan kali ini cukup memberikan mereka input, baik dari ranah intra, inter, change factor maupun ranah spiritual, semoga saja menambah lintasan pengalaman mereka. :)

#Tantangan10hari
#level7
#Kuliahbunsay
#BintangKeluarga

Semua Anak Adalah Bintang 4

Hari ke empat

Hari ini Airish punya sepeda Baru, dia sangat senang sekali. Awalnya dia tidak ingin berbagi dengan adiknya, tapi lama kelamaan, dia malah minta adiknya duduk di sadel belakang, ranah Intrapersonalnya mulai tergali.
Selamat bersepeda baru Airish J


#Tantangan10hari
#level7
#kuliahbunsay

#Bintangkeluarga 

Semua Anak adalah Bintang 3

Hari Ke 3

Airish termasuk anak yang kinsestetik meskipun kemampuan visualnya juga terlihat. Dia lebih sering menghabiskan waktunya dengan kegiatan-kegiatan fisik, berlali, bermain, bernyanyi, dan lain-lain.
Setiap pagi dia pasti mengikuti saya ke dapur, ada banyak aktivitas yang disenanginya disana.
Mulai dari mengambil sendok, memotong sayur, hingga mencuci piring meskipun lebih bisa disebut dengan bermain air.

Saya tidak pernah membatasi kesengannya karena sungguh dia sangat senang melakukan semua hal itu, dapat terlihat dengan jelas binar-binar matanya ketika berada di dapur. Bahkan akhir-akhir ini seiring dengan bertambahnya usia, dia lebih banyak bertanya tentang semua barang yang dipegangnya.
"Apa ini?", "Apa itu?"
dua kata tersebut hampir setiap waktu keluar dari mulutnya.

Dari serangkaian kegiatan yang dia lakukan didapur bersama saya, ranah inter dan intrapersonalnya sedikit demi sedikit terasah, dan semoga saja setiap proses itu akan menuntun kami untuk melihat "bintang" dari dirinya. :)

#Tantangan10hari
#Level7
#kuliahbunsay
#Bintangkeluarga

Semua Anak Adalah Bintang 2

Hari ke 2
Tantangan 10 hari, semua Anak adalah bintang

AHA momen bagi Airish dan Alfatih adalah bermain bersama, terkadang jika keduanya sudah bertemu mereka melakukan hal-hal yang begitu mengasyikkan, kadang tertawa, kadang saling bersahutan, kadang saling berebut mainan. Dalam bermain mereka menunjukkan siapa diri mereka, bagaimana mereka saling berinteraksi yang bahasa dan ekspresi yang muncul bagi kami orang dewasa begitu lucu dan menggemaskan.

Keempat ranah pengenalan potensi bagi keduanya cukup terlihat selama proses bermain, yang menjadi kunci utama bagi proses ini adalah pendampingan dan kebersamaan yang harus dilakukan oleh saya sebagai Ibu. Meskipun di tengah kesibukan bekerja proses ini tidak boleh terlewatkan

#Tantangan10hari
#Level7
#KuliahBunsay
#BintangKeluarga

Friday, August 18, 2017

Semua Anak adalah Bintang 1

Tantangan 10 hari level 7 bulan ini adalah tentang mengenali Airish dan Alfatih adalah Bintang :)

Game kali ini adalah mengenali aktivitas yang membuat mereka berbinar-binar, dan mengidentifikasi  dari keempat ranah potensi hubungan anak-anak.

Hari pertama....
Airish sangat senang dan berbinar-binar jika bermain dengan adiknya, dikala bangun tidur pun dia akan mencari adiknya terlebih dahulu. Dari momen ini saya akan mengenali potensi-potensi yang dimiliki Airish.

1. Untuk ranah intrapersonal : Airish sudah mengetahui posisinya sebagai kakak, setidaknya sejak adiknya dalam kandungan.
2. Ranah inter personal : Airish secara verbal sudah mampu mengucapkan kata sayang pada adiknya, meskupin kadang sikapnya menunjukkan sebaliknya, setidaknya pada saat-saat tertentu.
3. Ranah hubungan dengan change factor :Sikap Airish yang kadang tidak mengenakkan pada adiknya saya dorong untuk di rubah dengan berbagai mantra positif.
4. Ranah spiritual : Mantra yang efektif saya adalah : Allah sayang, kalau Airish sayang sama adik.

Untuk Alfatih sendiri karena umurnya yang masih 8 bulan, maka memaksimalkan bonding dengan menyusui, dengan stimulus, dan bahasa cinta tentunya :)


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga



Semua Anak Adalah Bintang


Semua Anak adalah Bintang *****

Wah pertama kali mendapatkan materi ini di kelas bunda sayang membuat saya kembali melihat masa lalu saya. Meskipun telah melakukan healing pada inner child saya masih saja mengingat betapa pengalaman masa kecil saya itu banyak mempengaruhi kehidupan saya.

Ah...
Tinggalkan saja masa lalu, ikhlaskan, lepaskan dan jangan sampai terulang pada anak-anak saya

Tantangan level 7 ini adalah mengajari kami para Ibu untuk sadar bahwa membandingkan anak dengan kondisi anak lain adalah perbuatan yang salah, anak adalah karunia Allah SWT, mahluk ciptaan Allah yang diciptakan dengan sempurna, karenanya ia adalah very very limited edition :)
Untuk mengetahui anak-anak adalah bintang, setidaknya kita harus mengenalinya dengan potensi yang dimilikinya.

ada area yang harus diekplorasi oleh orang tua untuk mengetahui potensi anak agar dimaksimalkan yaitu:
🌟 Ranah hubungan intra personal (konsep diri)
🌟 Ranah hubungan inter personal (hubungan sesama)
🌟 Ranah hubungan dengan change factor (melek perubahan)

🌟 Ranah hubungan dengan Tuhan-nya (melek spiritual)

Menurut Ibu Septi, jika orang tua mampu mengenali potensi anak dikeempat ranah ini, maka Insya Allah orang tua sudah merintis jalan untuk mengetahui potensi anak dan mengantarkan mereka menjadi Bintang yang bersinar dengan cahaya potensi yang dikaruaniakan oleh Allah, Insya Allah.

Sunday, August 6, 2017

Airish dan kAsih yang tak pernah kering

Ini tentang menyusui
Airish, anak pertama yang membawa begitu banyak perubahan besar dalam hidup saya  "Saya jadi Ibu" adalah kalimat sakti yang tiba-tiba membawa surga berada di telapak kakiku, ah betapa Allah maha penyayang pada hambaNya.
Melahirkan adalah pengalaman mendebarkan karena Airish, betapa tidak separuh hidup separuh mati, fifty-fifty. Mengerahkan sekuat tenaga, berdoa sepenuh jiwa, berharap diberi waktu mengasuh dan membesarkannya, ah betapa Allah maha penyayang pada hambaNya.
Perjalanan berikutnya akan begitu panjang, perubahan status membawa konsekuensi besar dalam hidup.
Pertama kali bertemu Airish adalah sehari setelah peristiwa maha dahsyat, melihat wajahnya, menyentuh kulitnya, inikah karunia Allah yang menjadi nikmat dan ujian bagi kami?. ah betapa Allah maha penyayang pada hambaNya.
Airish menangis dan terjadilah peristiwa meyusuinya, anakku, buah hatiku, masih terasa hingga kini aliran colostrum untuk Airish, jamuan pertama Allah SWT pada hambaNya dimuka bumi mengandung beribu manfaat, Ah betapa Allah maha penyayang pada hambaNya.
Hari berganti kemana saya pergi akan ada Airish bersamaku, keras kepala untuk menyusuinya, demi membangun kedekatan, demi pertanggungjawaban kepada yang memberikan hidup. Bahwa sekuat tenaga sesanggup yang saya bisa untuk Airish.
Keras kepala menyusuinya hingga ke kantor pun dia kubawa, ah betapa enam bulan yang begitu indah bersama Airish.
Ada rasa yang tak biasa ketika menyusuinya hingga terlelap dibuaian, tak ada kata yang bisa menjabarkan getaran rasa di Masa-masa itu :), hingga akhirnya alhamdulillah Airish berhak wisuda S1.
Enam bulan dua minggu, Airish sakit, ah begitu sedihnya, beginilah rasanya menjadi Ibu ketika anak sakit, seperti disayat sembilu melihat buah hati menangis dan merintih sakit, akhirnya saya memutuskan untuk menitipkan Airish di rumah.
Perjuangan menyusuinya harus di lanjutkan dengan memompa ASI resiko bingung puting dan kurangnya bounding pada Ibu harus saya pilih, ketimbang harus  melihat dia sering jatuh sakit, pilihan yang sulit memang.
Di umur tujuh bulan Airish, saya positif hamil. Ah nak, begitu galau saya saat itu senang dan sedih campur aduk menambah sensitivitas. Menangis membayangkan Airish yang masih kecil belum terpenuhi dengan kasih sayang harus rela berbagi dengan adiknya, tapi berbekal tawakal pada Allah, saya membujuk diri untuk tidak berlarut dalam kegalauan. Meskipun begitu saya tetap menyusui Airish tanpa menghindahkan teguran orang untuk tidak lagi menyusuinya.
Di usia delapan bulan Airish, saya harus menyerah tidak memaksa untuk tandem hamil dan menyusui. Kontraksi sering terjadi ketika saya menyusui Airish, dan ini berbahaya bagi janin. Ah Airish hanya sampai di delapan bulan jatah ASI untuknya, sedih sedu sedan.
Inilah perjalanan singkat menyusui Airish, Maafkan saya nak jika tidak bisa menyusuimu hingga dua tahun. Waktu yang kita punya tidak lama tapi yakinlah nak, cinta tetta tak terbatas waktu untukmu, karena sejatinya kasih ini tak pernah kering untukmu.
InsyaAllah
Peluk cium tetta untuk Airish sholehah.

#WorldBreastfeedingWeek

#IIP

Saturday, August 5, 2017

I love math 10

Hari ke sepuluh
Masih logika matematika
Hari ini mengajak airish naik motor, perjalanan setengah jam lumayan lama dan melelahkan untuk airish. Untung saja yang di sepanjang jalan ada banyak objek yang menarik, plus mengenalkan matematika logis agar kelak dia suka tanpa terpaksa.
Dimulai dari melihat penjual bendera, mobil dan motor. Warna, bentuk dan jumlah lumayan lengkap untuk perjalanan kami hari ini.
#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#matharroundus

Friday, August 4, 2017

I love math 9

Pagi yang sibuk...
Saya harus segera berangkat ada jadwal lebih pagi di kampus.
Belum beres beres Airish sudah bangun.,what!!!
Saya belum menyiapkan susunya, bakal telat kalau begini.
Ah disiasati saja, "Airish yuk nak, kita buat susunya"
Airish mau saja, dia malah terlihat senang.
Airish menakar sendiri susunya, lalu dimasukkan ke dalam botol, sambil berhitung....
Catu, uwa, tiga, mpat, ima, enam, tujuh, apan, bilan, puwuuuuh
Untung saja tidak sepuluh takar yang dimasukkan ke botol...
#mamaklega:)

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#matharroundus

Tuesday, August 1, 2017

I love math 8

Matematika logis
Hari ke 8, mamak masih mengidentifikasi Matematika disekitar Airish...
Airish suka sekali balon, kebetulan dapat hadiah balon merah dari Alfamart. Saking senangnya bermain tanpa sadar pegangan balonnya patah.
Aha!!!
Ini dia momen penting tentang matematika!
Karena pegangannya patah, mama coba bantu airish untuk memperbaiki.
Bermodalkan selotip mama mengajak airish memperbaiki pegangan balonnya, dengan menyatukan kembali menggunakan Selotip. Yeeeeyyy alhamdulillah pegangannya terpasang kembali :)

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#matharroundus

Thursday, July 27, 2017

Review Resensi Buku " TALENTS MAPPING"

Judul buku : Talents Mapping
Penulis :Abah Rama Royani
Tahun terbit :2016
Penerbit :tosca
Jumlah halaman:208 halaman
ISBN: 978-602-74211-3-4
Jenis buku : motivasi

Buku ini dibuka dengan filosofi talents Mapping (TM) dimana penulis memaparkan bahwa Tools ini dibuat untuk memberi manfaat bagi orang banyak di berbagai sektor. Setiap orang mempunyai kekuatan maupun keterbatasan (bukan kelemahan) oleh karena itu bekerja sama dengan saling memberi manfaat menjadi hal yang sangat penting.

Keadaan manusia yang beragam inilah yang diibaratkan dengan koloni lebah madu yang mau bekerja sama seusai dengan kekuatannya masing-masing demikian pula logo Talents Mapping menggunakan bentuk sarang lebah.

Bab selanjutnya adalah apresiasi sebuah karya yang berisi ucapan terima kasih penulis kepada semua pihak yang terlibat.
Berbagai inspirasi adalah bab selanjutnya yang dibuka dengan kisah lebah madu #1:struktur sosial lebah madu merupakan salah satu struktur yang paling maju didunia hewan,dimana kisah ini mengajarkan pada kita tentang pentingnya bekerja sama dalam mencapai kebaikan. Dalam bab ini dipaparkan pentingnya membaca buku ini dapat membantu pembaca memaksimalkan peran dalam berbagai bidang sehingga dapat menjadi yang terbaik.

Aku berpotensi adalah judul bab yang memaparkan setiap manusia diberikan kelebihan dan  potensi yang unik, dan parahnya seringkali manusia merasa rendah diri melihat potensi orang lain. Yang harus dipahami bahwa setiap orang mempunyai bakat, dimana menurut penulis bakat adalah sifat (personality) yang produktif, sifat yang produktif bisa diperoleh dengan cara mengelola kekuatan secara maksimal.

Ada dua hal yang menjadi prinsip dasar dari Talents Mapping yaitu:
Aku #1 : Andalkan kekuatan menjadi utama
Be your self...but first, know yourself! Ungkapan be yourself adalah ungkapan yang sering kita dengar masalah yang muncul kemudian adalah apakah kita sudah mengenali siapa diri kita... Sehingga pertanyaan yang kemudian muncul adalah Who Am I?  Ingat, bahwa Allah memberikan bakat sebagai potensi kekuatan, kemudian manusia diharuskan membangunnya menjadi kekuatan dan memilih peran yang yang sesuai dengan bakat agar dapat mengoptimalkan dan menjauhi peran yang tidak sesuai. Untuk mengoptimalkan kekuatan maka ada rumusan yang diistilahkan penulis dengan 4E,Enjoy, Easy, Excellent dan Earn dan diaplikasikan pada 4 kuadran aktivitas.

Aku #2 : Akui keterbatasan juga utama
Keterbatasan bukan kelemahan, yang penting adalah pengakuan terhadap keterbatasan lewat istilah muhasabah yang menitikberatkan pada segala macam keterbatasan yang ada pada diri. Langkah selanjutnya Adalah dengan menyiasati dan tidak berfokus pada keterbatasan tersebut.
Dengan meyakini dua prinsip tersebut kita akan selalu bersemangat dengan menunjukkan potensi dan bersyukur kepada Allah SWT dengan fokus pada kekuatan dan siasati kelemahan.
Setelah kita menemukan kekuatan diri maka tidak ada gunanya jika tidak dimanfaatkan dalam kehidupan karenanya bakat hendaknya dimanfaatkan sebagai pondasi, rekomendasi dan solusi.
Selanjutnya jika semua kekuatan telah dimanfaatkan dalam kehidupan maka tujuan yang kita inginkan adalah kebahagiaan, bukan hanya pleasant life, dan good life tetapi sampai ke tahap meaningfull life (memberi makna kebahagiaan pada orang lain).

Kekuatan = bakat, untuk mengetahui ciri ciri bakat, ada 5 hal yang menjadi petunjuk yaitu :
1.  Hasrat untuk melakukan aktivitas tertentu seringkali membuat kita lupa waktu
2. Mempelajari hak tertentu terasa begitu mudah
3. Menjalankan aktivitas tertentu mengalir alami meski dengan persiapan minimal namun hasilnya maksimal
4. Aktivitas tertentu memperlihatkan sekelebat keunggulan kita
5. Kepuasan hati membuat kita ketagihan (addict)

Selanjutnya pembahasan beralih ke cara mengoptimalkan bakat yaitu dengan cara 3T. Temukan bakat, terjun dalam aktivitas potensi bakat dan tambahkan knowledge.

Di bab terakhir penulis memaparkan 34 urutan bakat, yang terangkum dalam 4 kuadran. Dari 34.bakat 7 urutan teratas merupakan bakat, dan potensi yang harus di maksimalkan, dimana setiap orang mempunyai urutan yang berbeda-beda.

Asahlah kapak pada sisi tajamnya, karena seseorang itu tidak sempurna tetapi sangat spesial dan tidak ada duanya.

Wassalamualaikum

Wednesday, July 26, 2017

I love math 7

Hari ke tujuh
Prinsip kabataku bisa diajarkan dengan gamblang ketika anak sudah mengenal angka.
Yang sebaiknya anak-anak faham tentang perkalian itu adalah penambahan berulang dst.
Hari ini airish bercerita pengalamannya ketika berlibur, tanpa saya duga dia mengingat dan menambahkan siapa saja orang orang yang ikut dalam liburan tersebut.

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#matharroundus

Tuesday, July 25, 2017

I love math 6

Mengenalkan konsep perbandingan
Salah satu konsep dalam matematika logis adalah membuat anak anak mengerti akan konsep perbandingan.
Ingat, hanya konsep,bukan dengan angka.

Konsep perbandingan saya kenalkan pada airish sembari dia makan. Ketika makan pagi airish menawarkan makanan kepada adiknya, lalu saya interuspi terhadap airish dengan mengatakan kalau adiknya masih kecil, giginya saja baru dua. Beda dengan kakak airish,kaka lebih besar daripada adek giginya sudah banyak juga.. Yeeeeeeey.Alhamdulillah

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#matharroundus

Monday, July 24, 2017

I love math 5

Matematika tidak melulu tentang angka, ada logika, bentuk dan lain lain.
Untuk membuat anak - anak suka matematika orang tua harus kreatif dan jeli akan kondisi sekitar.
Hari ke 5 tantangan 10 hari, mengenalkan bentuk generik pada airish cukup terbantu dengan Kesukaanya terhadap balon. Alhamdulilah di usia 22 bulan airish sudah mampu bernyanyi meskipun terbata-bata. Lagu balonku, plus balon merah hadiah dari alfamart media yang tepat mengenalkan matematika geometrik, angka sekaligus warna.... :)
"balonku ada  5,
Rupa - rupa warnanya
Merah kuning kelabh, merah muda dan biru...."
#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#matharroundus

Sunday, July 23, 2017

I Love Math 4

Konsep matematika logis diperkenalkan dengan berbagai cara, salah satu poin dalam mengenalkan matematika logis adalah Estimasi.
Hari ini kembali mengajak airish menyukai matematika, masih di kamar mandi. Setiap pagi kami melakukan aktivitas mandi, berhubung beberapa hari terakhir mengalami batuk demam, maka untuk sementara airish mandi dengan air hangat. Airish membantu saya menyiapkan air untuk mandinya saya hanya bertugas sebagai supervisior.
Pertama air dingin dimasukkan, kemudian menambahkan Dengan air panasnya. Airish menakar air untuk mandinya, juga merasakan kehangatan air, emaknya cuma jago supervisior... Hehehe
#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#matharroundus

Saturday, July 22, 2017

I Love Math 3

Hari ke 3 I love Math
Seperti yang disampaikan Ibu Septi dalam materi mengenalkan matematika logika, ada banyak hal dalam keseharian kita yang merupakan konsep matematika namun tidak kita sadari.
Sepet kita ketahui logika matematika tidak hanya melulu soal angka - angka tapi lebih dari itu, ada konsep, ada pemahaman dan yang paling penting adalah anak-anak Enjoy mempelajarinya.
Hari ini saya kebingungan memulai hari karena harus ke kantor dipagi hari khawatir tugas kelas bunsay tidak terselesaikan....
Ketika airish sudah bangun di pagi hari seperti biasa dia minta susu, AHA!!!
ini adalah momen untuk mengenalkan airish pada konsep matematika, urutan, saya lalu mengajak dia ke dapur dan membersamai saya untuk membuat susu,.
"aish kalau minum susu, kita masak air dulu yah, sambil cuci botol. Setelah air mendidih masukkan susunya, tambah air, dikocok, tutup botolnya, alhamdulillah susunya sudah jadi.... Yeyyy sambil duduk yah kakak kalau minum susu" :)
#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#matharroundus

I love math 2

Masih dengan tantangan menyukai matematika buat anak, tugas Ibu adalah menyadari apa saja matematika yang ada di kehidupan nyata.
Selama ini matematika di ajarkan dibangku sekolah lebih banyak dengan manghafalkan, masih ingat sekali ketika saya SD menghapalkan perkalian dilakukan didepan kelas, tak pelak dalam semalam saya mampu menghapalkan perkalian 6,tetapi begitu didepan kelas tiba-tiba hapalan saya buyarrr, ahh betapa malunya....
Tidak ingin terulang pada anak-anak, Tantangan kali ini semoga bisa menjadi bahan belajar saya agar anak-anak menyukai matematika dan tanpa trauma.

Sebenarnya sejak 3 bulan yang lalu airish sudah bisa menyebutkan angka secara berurutan dari satu hingga 10,namun saya tahu bahwa untuk konsep bilangan itu sendiri belum dipahami. Hari ini airish bermain dengan gambar, sambil menyebutkan angka...
"catu, uwa, diga, empak, iyma, nam, tuju, apan, cembilan, cepuwuh"
#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#matharroundus

I love Math

Day 1
Matematika bagi sebagian anak adalah momok yang mengerikan #bahasaalay:) tetapi tidak bisa tidak keseharian anak-anak di kelilingi oleh Matematika. Yang menjadi garis bawah adalah kita orang tuanya yang salah dalam mengenakan matematika kepada anak, sehingga anak- anak merasa tidak nyaman dan akhirnya menganggap hal itu sebagai hal yg tidak mengenakkan.
Tantangan kelas bunda sayang kali ini lebih menarik lagi, karena ibu tidak hanya dituntut untuk mengajar tapi membuat anak menyukai matematika.... Wowww
Tantangan ini cukup menantang buat saya, Karena saya termasuk ibu yang tidak begitu suka dengan matematika hehehe, tapi baiklah Karena ini menyangkut masa depan anak - anak aku harus bisaaaaaaaaa.
Jadi ternyata membuat anak suka dengan Matematika cukup mudah, Karena matematika ada di sekeliling kita, tinggal bagaimana kita membuatnya menjadi menarik dan menyenangkan buat anak-anak.
Hari pertama Airish mengenali matematika ketika dia mandi, setiap pagi sebelum mandi saya membantu airish untuk membuka baju, dimulai dari tangan kiri selanjutnya ke tangan kanan. Selanjutnya saya bertanya ada berapa tangan Airish, alhamdulillah airish bisa menjawab dengan tepat... Yaiyyyyyy
"tangan aish ada dua" :)
#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#matharroundus

Saturday, May 13, 2017

Aliran Rasa, Gaya Belajar

Alhamdulillah selesai sudah tantangan level 4 kelas bunda sayang.
Ilmu Tentang modalitas anak dalam belajar ini merupakan modal utama bagi seorang ibu untuk mengembangkan potensi anak kedepannya.
Modalitas audio, visual dan kinestetik seperti yang dijelaskan gurunda Septi Peni Wulandani sejatinya dimiliki oleh setiap anak soal mana yang dominan dan tidak tugas Kitalah sebagai Ibu untuk menemukannya,memfasilitasi dan mengembangkannya.

Ketika modalitas anak sudah ditemukan mana yang dominan, masih ada lagi proses lanjutan yang harus dilakukan yaitu LUR (Learn, Unlearn, Relearn)
Ah betapa ilmu ini begitu banyak, semakin banyak tau, semakin banyak yang tidak ditau...

Friday, May 5, 2017

Gaya belajar anak

Hari kesepuluh
Hari ini mau ajak Airish bermain diluar, supaya semua modalitasnya bisa kebagian distimulus dalam satu waktu.
Lapangan hari ini ramai sekali, ada senam, ada orang yang bermain bola, ada orang yang berlari, Airish sangat senang dan menikmati hiburannya hari ini, dengan begitu banyaknya aktivitas dilapangan ini, modalitasnya bisa distimulus dalam satu waktu :)
Sedang adik Fatih sibuk dengan mainan kakaknya, awalnya mainan ini ada ditangan, ditinggal sebentar mainan ini sudah ada di lengannya :)

#hari10
#GayaBelajarAnak
#level4
#kelasbunsayiip

Gaya belajar anak, Tantangan 10 hari

Hari kesembilan
Dari dulu Airish tidak begitu suka dengan anto' tetta (nenek) begitu dia memanggil.
Karena anto' tetta selalu kebagian memberikan obat ketika Airish sakit, jadi dari pengamatan saya sampai saat ini Airish jarang mau Dekat-dekat anto' tetta.
Hari ini Ibu saya  kebetulan anto tetta punya kue, dengan spontan mendekati anto' sambil minta kuenya (ahahaha, perasaan musuhan deh)
Gayung bersambut kesempatan terbuka lebar untuk anto' sambil disuapi plus sambil bernyanyi, anto punya kesempatan untuk minta dicium.
Kalau adik Fatih hari ini bermain dengan mainannya yang bisa berbunyi jadi modalitas audio dan visualnya distimulus.
Konsklusi : Airish akhirnya berteman dengan anto' :)
Alfatih sudah merespon suara

#hari9
#GayaBelajarAnak
#tantangan10hari
#level4
#kelasbunsayiip

Gaya belajar anak, Tantangan 10 hari

Hari ke delapan

Modalitas belajar merupakan modal besar bagi anak untuk sebanyak - banyaknya menyerap informasi.
Semakin dominan gaya belajar seorang anak pada satu modalitas maka dengan cara itulah dia bisa Enjoy dan mudah menyerap informasi.
Hari ini saya ingin membuat sayur untuk airish, kebetulan warna sayur begitu bervariasi Airish tertarik untuk bermain, awalnya saya berat untuk memberikan akses bermain dengan sayuran ini (soalnya waktu mepet, telat kekantor) tapi apalah daya demi anak :)
Airish suka dengan warna warni sayurannya sambil bermain saya menyebut satu persatu warna sayurannya, kadang  mengikuti kadang sibuk sendiri heheheh
Konsklusi : stimulus audionya lumayan berhasil, lalalayeyeye

#hari8
#GayaBelajarAnak
#tantangan10hari
#level4
#kelasbunsayiip

Gaya belajar anak, Tantangan 10 hari

Hari ketujuh
Kedua anak saya masih berusia dibawah dua tahun, untuk memahami gaya belajar yang dominan belum sempurna untuk diamati Karena masih butuh penyempurnaan hingga saat mereka berusia dua tahun.
Hari ini stimulasi untuk kedua anak adalah memperkenalkan mereka dengan benda, untuk Airish, sembari dia mandi saya membiarkan dia bermain dengan sabun, pengenalan tekstur sabun dan kondisinya yang licin merupakan stimulus baru untuk airish,.
Fatih juga saya berikan stimulus yang sama dengan memberikan sebuah headphone untuk dieksplorasi, ujung ujungnya masuk mulut, :D

#hari7
#GayaBelajarAnak
#tantangan10hari
#level4
#kelasbunsayiip

Gaya belajar, Tantangan 10 hari

Hari ke enam

Airish dan Fatih tidak punya waktu lama dengan saya, Karena saya adalah ibu bekerja, meskipun setiap hari berangkat jam 10 tetap saja waktu rasanya sangat sempit untuk kedua anak ini.

Hari ini saya harus berangkat kerja sepagi mungkin, tidak seperti biasa Karena ada agenda mendadak yang harus dikerjakan.
Seperti biasa jam 7 kedua anak harus sudah beres setelah itu baru Bermain bersama airish, karena sebisa mungkin mengkondisikan Airish tenang sebelum saya berangkat, sedangkan Fatih karena tiap hari dia ikut saya ke kantor jadi saya lebih mendahulukan kakaknya.
Setelah mandi hari ini saya biarkan mereka berdua bermain, stimulus untuk moralitas audio dengan bantuan Boneka hafizah cukup menarik perhatian Airish.
Dalam boneka ini ada pelajaran tentang kata dalam tiga bahasa dan sedikit demi sedikit Airish mampu menirukan hafizah :)
Lelah bermain dengan hafizah airish lalu bermain dengan adiknya, Airish sudah faham dengan konsep adik, dia sudah bisa menghibur adiknya dengan tertawa dan memanggil nama Fatih, dan alhamdulillah Fatih juga merespon kakaknya dengan tawa, senyuman dan bersuara :)

#hari6
#GayaBelajarAnak
#tantangan10hari
#level4
#kelasbunsayiip

Gaya belajar anak, Tantangan 10 hari

Hari ke lima

Airish 1y8m
Hari ini coba menstimulasi Airish di modalitas visualnya, pada dasarnya airish termasuk anak yang tertarik dengan buku, apalagi dengan bulu Berwarna-warni dan bergambar. Tapi kali ini saya menggunakan media buku tdk bergambar dan hanya sedikit warna, yakin buku yasinan :D
Setelah buku saya berikan dan melihat tulisannya Airish spontan komat kamit dan membolak balik halamannya, rupanya dia tahu kalau itu adalah tulisan Alqur'an, dan sembari membaca airish menggunakan jari telunjuknya untuk menunjuk barisan tulisan yang dilihatnya.

Konsklusi :
1. Airish sudah bisa meniru seolah-olah sedang membaca Alqur'an.
2. Saat belajar arisih menunjuk ke media belajar
3. Apakah Airish tipe kinestetik? Masih terlalu dini untuk menyimpulkan :)


Alfatih 5m

Hari ini stimulasi yang diberikan untuk fatih adalah melatih motorik kasarnya, dengan menelungkupkan, meskipun sampai saat ini fatih belum bisa melakukannya sendiri.
#hari5
#GayaBelajarAnak
#level4
#tantangan10hari
#kelasbunsayiip

Tuesday, May 2, 2017

Hari keempat, Tantangan 10 hari, Gaya Belajar

Hari keempat

Airish 1y7m
Stimulus hari ini untuk airish adalah membiarkan dia bermain dengan hiasan pengantin, saat membuka kardus yang isinya adalah barang berkilauan, otomatis airish yang dominan kinestetik langsung saja bereksplorasi dengan barang tersebut,.
Saya membiarkan dan mengamati, ternyata airish faham dengan barang tersebut, pertama adalah dua buah gelang hiasan baju bodo, tidak perlu waktu lama, untuk memasukkan gelang tersebut kedalaman dua tangannya. Barang yang kedua adalah kalung, karena ukurannya yang besar dan berat dia tidak sanggup memakai sendiri, spontan dia mendekati saya dan meminta tolong memasangkan dengan bahasa tubuh dan kata yang terbata - bata :)
Konklusi : airish sudah mengetahui fungsi dari beberapa barang, dengan melihat bentuknya, mampu berkomunikasi dan mampu untuk meminta bantuan kepada orang lain.


Alfatih 5m
Hari ini Stimulus untuk Alfatih adalah dengan membiarkan dia bermain dengan orang dewasa, Fatih sudah mampu merespon senyuman, mampu mengeluarkan kata kata pendek seperti yaitu ta... ta... ta... :) you getting bisa baby boy :)

#harike4
#tantangan10hari
#level4
#GayaBelajarAnak
#kelasbunsayiip

Sunday, April 23, 2017

Hari Ke tiga, Tantangan !0 Hari Gaya Belajar Anak

Hari ketiga....

Membersamai anak adalah bagian dari kerja-kerja orang tua, setiap anak harus diobservasi karena mereka memiliki bakat yang sangat unik, berbeda satu dengan lainnya. Namun untuk dapat mengenali bakat anak harus dimulai dengan bagaimana mereka belajar, gaya belajar pun bisajadi berbeda antara satu dan yang lainnya.

Kedua anak saya masih berumur dibawah dua tahun dan menurut Ibu Septi, untuk mengenali gaya belajar anak di usia ini masih belum tepat karena umur mereka masih kecil, tugas yang lebih penting pada usia ini adalah memperkaya stimulus.

Airish 1y7m

Hari ini kami melakukan kegiatan outdoor pag-pagi sekali, jam 6 pagi saya mengajak airish untuk jalan-jalan ke taman dekat rumah untuk melihat responnya terhadap alam, dan orang lain sekaligus menunaikan tugas saya sebagai panitia dalam sebuah acara kecil-kecilan komunitas partai, yaitu senam dan taman baca.
Awalnya Airish masih malu-malu, terus menerus mengekor dan tidak mau jauh dari saya, karena tugas tertentu akhirnya Airish ikut Ayahnya. Ketika bersama Ayahnya Arish terlihat mulai rileks dan ikut berlari lari kecil mengelilingi lapangan, selanjutnya dia tidak canggung lagi, ikut membaca buku, bahkan minta naik ke tumpukan batu :D.




Altafih 5m4d
Baby Al, ditinggalkan selama beberapa jam ketika kami bersama kakaknya, dan Alhamdulillah dia tidak rewel ditinggalkan bahkan sempat tidur sebelum kami sampai kerumah.



#tantangan10hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KelasBunsayIIP





Hari ke 2, Tantangan 10 Hari, Gaya Belajar Anak

The Second Day....

Hari ini saya melakukan stimulasi untuk mencatat respon dan reaksi anak-anak saya.
Pada awal masa kehidupan anak, utamanya 0-2 tahun memperbanyak aktivitas dan stimulus akan memudahkan anak nantinya untuk mengenali bakat dan potensi mereka, istilah ibu Septi adalah Outside In.

Airish 1y7m
Dalam rentang usia Airish perkembangan motoriknya telah mengalami perkembangan, baik motorik halus, maupun mototik kasar.
Hari ini saya coba melakukan intervensi terhadap motorik halusnya, dengan memberikan pulpen dan spidol sehingga kemampuan memegang dan menontrol tangannya menjadi berkembang.
Alhamdulillah perkembangan Airish sama dengan anak usia sebayanya dimana pada umur seperti sekarang kecenderungan untuk bermain begitu besar, pun ketika saya intervensi dia langsung memainkan pulpen dan spidolnya. :)



Dari kegiatan yang kami lakukan hari ini, Airish cukup antusias bermain dengan pulpen dan spidolnya, meskipun tidak bertahan begitu lama.


Alfatih 5m

Untuk usia Alfatih yang masih bilangan bulan, perkembangannya juga mengalami kemajuan. Kali ini saya melakukan stimulus dengan memberikan potongan kertas berwarna, karena mainannya rusak oleh kakaknya (pengaruh jarak umur yang berdekatan :D). Alhamdulillah Alfatih cukup memberikan respon yang baik, sambil bersuara dia memainkan kertas  berwarnanya.




Hari kedua selesai, InsyaAllah besok kami akan kembali lagi dengan stimulus lainnya :)

#tantangan10hari
#level4
#GayabelajarAnak
#kelasbunsayIIP








Friday, April 21, 2017

Tantangan 10 hari, Gaya Belajar Anak

Modalitas belajar adalah modal yang besar bagi seorang manusia untuk memasukkan informasi, untuk selanjutnya dianalisis dan menjadi pengetahuan baginya.
Tantangan level 4 kelas bunda sayang IIP kali ini adalah mengenali modalitas anak dalam belajar.
Bagi anak usia dua tahun keatas kemampuan panca indera anak sudah optimal sehingga dengan mudah dapat dikenali modalitasnya (Septi Peni Wulandani). Untuk anak saya Kedua-duanya masih dibawah dua tahun sehingga yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pengamatan dilakukan dengan memperbanyak mengeksplorasi stimulus.

Hari pertama......
Airish 1y9m
Hari ini saya mencoba melakukan kegiatan bersama Airish melakukan kegiatan bersama yang sekaligus berfungsi sebagai stimulus untuknya, seperti biasa kami punya kegiatan pagi yaitu membaca buku. Airish cukup tertarik dengan buku yang dibacanya, nah dari hasil eksplorasi stimulus pagi ini ada beberapa poin yang saya amati, yaitu:
- Airish mampu mengulang kembali nama gambar yang saya bacakan, meskipun artikulasinya belum sempurna
- Airish menunjukkan ketertarikannya pada buku, dengan menunjuk setiap gambar yang ada.
- Airish mampu mengingat gambar yang pernah dia baca beberapa waktu setelah selesai membaca.






Fatih 5m
Stimulasi yang diberikan untuk Fatih adalah dengan banyak - banyak berinteraksi dengannya, alhamdulillah dari grafik perkembangan respon Fatih hingga saat ini sudah sesuai dengan tahap perkembangannya.


#tantangan10hari
#level4
#GayaBelajarAnak
#KelasBunsayIIP

Saturday, March 11, 2017

Mandiri,Why Not !





Menjadi Ibu adalah pekerjaan seumur hidup, menyayangi, mengasihi anak sudah menjadi 
naluri yang tidak bisa terpisahkan dari seorang Ibu. Melayani, memanjakan adalah sebuah keniscayaan yang muncul ketika anak telah lahir, bahkan ketika dalam kandungan.
Namun ketika anak sudah mulai tumbuh, keegoisan seorang Ibu untuk memanjakan dan melayani anak-anaknya harus mulai di lepaskan, sedikit demi sedikit demi perkembangan anak. Karena kemandirian adalah bagian dari proses pendidikan orang tua untuk anaknya juga untuk dirinya.

Menurut Ibu Septi Peni Wulandani Founder Institut Ibu Profesional bahwa kemandirian anak perlu dilatih karena Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.
Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.
Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.
Kapan kemandirian mulai dilatihkan ke anak-anak?
Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita membiarkan anak-anak untuk selalu dianggap bayi meski usianya sudah lebih dari 12 bulan.
Bayi usia 0-12 bulan kehidupannya masih sangat tergantung pada orang lain. Sehingga apabila kita masih selalu menolong anak-anak di usia 1 th ke atas, artinya anak-anak tersebut secara usia sudah tidak bayi lagi, tetapi secara mental kita mengkerdilkannya agar tetap menjadi bayi terus.

Bagi orang tua melatih kemandirian anak juga merupakan proses latihan baginya, mengapa?
Karena setidaknya ada beberapa hal yang perlu disiapkan dan dilatihkan orang tua terhadap dirinya sendiri, ketika mendidik anaknya dalam kemandirian yaitu:
1.     Siap
Kesiapan adalah hal pertama yang harus disiapkan, baik untuk anak maupun untuk orang tua. Kesiapan yang dimaksud antara lain siap mental, fisik dan materil,
Mental anak dan orangtua harus disiapkan, jauh jauh hari ibu sudah melakukan sounding dengan afirmasi positif ke anak, bahwa anak akan segera melakukan kemandiriannya segera dan ibu siap mendampingi proses tersebut, bukan membiarkan anak sendiri melakukannya.
Fisik anak dan Ibu harus siap karena proses kemandirian akan melatih motorik anak lebih teratur dan terlatih sedangkan Ibu harus menyiapkan fisik untuk senantiasa mendampingi dan mengawasi.
Materil adalah hal lainnya yang perlu disiapkan utamanya tentang apa saja yang menyangkut kemandirian anak.

2.    Sabar
Sabar adalah keniscayaan dalam mendidik kemandirian anak, emosi orangtua utamanya Ibu akan diuji disetiap prosesnya. Jika melatih atlit menjadi professional dibutuhkan kesabaran yang panjang dan lama bagi seorang pelatih, maka mendidik anak membutuhkan kesabaran yang lebih dari itu. Kemandirian adalah target yang akan dilakukan namun target utamanya adalah membentuk mental, rasa percaya diri dan Profil anak untuk bertanggung jawab dalam menjalankan peran kehidupannya.

3.    Konsisten
Ada banyak kemandirian yang harus dikuasai oleh anak di setiap tahapan umurnya, karena itu konsisten sangat diperlukan dalam  proses melatih kemandirian. Konsisten bagi anak akan mudah dilaksanakan ketika orangtua khususnya Ibu mampu menguasai dirinya dan konsisten terhadap dirinya sendiri, dan ini tidak mudah karena terkadang seorang Ibu tidak tega ketika melihat anaknya kerepotan dalam melakukan kemandirian utamanya ketika masa-masa awal latihan.

4.    Percaya
Akhir sebuah proses kemandirian ini adalah percaya, percaya kepada Allah SWT, percaya kepada diri sendiri dan percaya kepada anak. Setelah semua proses dijalani, percaya adalah hal yang paling utama karena ketika anak mulai memperlihatkan kelelahan, ketika orang tua  mulai lelah dan merasa putus asa maka harapan adalah harta karun yang tidak boleh hilang dari orang tua. Percaya kepada Allah SWT bahwa setiap anak dilahirkan satu paket dengan keterampilan hidupnya, percaya bahwa anak akan mampu melakukan semua kemandiriannya agar menjadi manusia yang sempurna. Kuncinya ada pada orang tua untuk tetap percaya.


Belajar melatih kemandirian Airish makan sendiri bagi saya, menyisakan banyak pelajaran yang saya peroleh. Meskipun terdengar sepele latihan makan sendiri ini kembali meningkatkan kualitas kedekatan saya dengannya, melatih kesabaran, kesiapan, konsistensi dan kepercayaan saya.


Akan ada banyak lagi episode kemandirian untuknya semoga saya tetap membersamai dengan baik dan mengantarkan Airish menjadi Wanita dan probadi Muslimah yang mandiri, Insya Allah……..



Saturday, March 4, 2017

Hari kesepuluh tantangan 10 hari kemandirian anak

Hari kesepuluh



Taraaaa, tau tau sudah hari kesepuluh

sudah mulai terbiasa tidak menyuapinya terutama di pagi hari,semoga bisa tetap istiqomah, dan banyak hal dari 10 hari ini yang menjadi catatan untuk kami berdua, khususnya saya sebagai ibunya.


Hari kesembilan, Tntangan 10 hari kemandirian anak

Hari kesembilan


Airish menikmati proses makannya, tetapi saya baru menyadari bahwa saya kurang kreatif dalam menyajikan makanan . karena keyterbatasan waktu dan kerepotan dengan adiknya, saya merasa kurang memperhatikan hal tersebut.



Hari kedelapan, Tantangan 10 hari kemandirian anak

Hari kedelapan


Saya mencoba mengganti suasana makan airish, dengan memindahkan lokasi makan ke teras, dan hal ini cukup membantu, karena setengah porsi habis dilahap...alhamdulillah



Hari ke tujuh, Tantangan 10 hari Kemandirian anak

Hari ketujuh



Airish sudah menikmati proses makan sendiri, tantangan terbesarnya justru bagi ibunya, karena gemes untuk menyelesaikan proses makan yang kadang sangat lama dan berantakan.... :)



Hari keenam, Tantangan 10 hari kemandirian anak

Hari keenam Airish Makan sendiri

Hari ini airish 1y6m kembali makan sendiri, sepertinya sudah cukup terbiasa dan makan pun dengan lahap...alhamdulillah



Monday, February 27, 2017

Hari ke 5, Tantangan 10 hari


Hari ke 5
Tantangan 10 hari
Melatih kemandirian


Hari ke 5
Mencapai klimaks tantangan 10 hari melatih airish makan sendiri
kali ini strategi saya adalah memberi alas makan buat airish biar nasinya tidak berhamburan
alhamdulillah , nasi nyaris habis dan rumah tetap bersih

Yayyyy, tetap semangat yah sayang


Hari ke empat, Melatih Kemandirian Anak

Hari ke empat
Tantangan 10 hari
Melatih Kemandirian anak


Hari ke empat....
Masih berjibaku dengan proses " Makan Sendiri", hari ini saya bertekad untuk mendampingi airish menghabiskan makanannya, alhamdulillah diawal proses airish riang gembira dengan makananya
tapi hanya berlangsung sebentar, ahahahaha

makan di meja adalah salah satu strategi saya agar airish bisa duduk tenang menghabiskan makananya, tapi tetap saja ternyata dia sibuk dengan semua barang-barang yang ada di meja, dengan bermain dan mengeksplorasi. Alhasil nasinya terlupa dan lebih banyak bermain.

Tetap waras dan semangat demi kemandirian anak adalah solusi terbaik (meskipun mewek dan ngomel dalam hati) keep positif, semoga besok nasinya bisa habis yah cantiiiik.



Hari ke 3, Melatih kemandirian Anak

Hari 3
Tantangan 10 hari
Melatih Kemandirian Anak


Hari ketiga.....
Wuahhhhh hari ini cukup hectic buat saya, jadwal pagi kekantor membuat waktu berlalu begitu cepat, sempat tergoda untuk menyuapi airish, tetapi usaha saya dua hari terakhir bisa menguap sia-sia jika saya melakukannya.

Akhirnya saya menyiapkan nasi airish dan menyodorkannya, tetapi karena waktu yang begitu mepet saya tidak mendampinginya untuk melakukan kemandiriannya, saya sibuk dengan adiknya,

daaaaan
akhirnya airish berhasil makan dengan 3 suapan saja, sisanya dibiarkan tergeletak di teras rumah.....

What a day .....


Hari kedua
Tantangan 10 hari
Melatih Kemandirian anak

Airish 1y5m termasuk anak yang mandiri diusianya, setidaknya itu penilaian saya sebagai Ibunya. Sejak berumur 6 bulan sebagai ibu bekerja di ranah publik saya harus merelakan dia diasuh oleh orang lain, menyedihkan bagi saya tetapi untuk saat ini keputusan itu adalah yang terbaik bagi kami semua. :(

Meskipun begitu, diusianya yang sekarang saya harus mulai melatih kemandiriannya, untuk saat sekarang makan sendiri adalah tantangan yang harus kami berdua lewati bahkan untuk semua orang rumah, karena proses makan sendiri bagi anak kecil membutuhkan dukungan dari orang sekitar.

Hari pertama, makan sendiri Airish berlangsung cukup sukses setidaknya setengah porsi nasi, bisa dihabiskan meskipun menurut saya masih kurang. Tetapi dihari kedua ini volume nasi yang dihabiskan menurun, dan saya harus bisa bersabar untuk tidak menyuapi agar esok hari bisa konsisten untuk mandiri, dengan makan sendiri


Thursday, February 23, 2017

Hari pertama
Tantangan one week one skill
Bunda sayang Iip

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Setelah selesai dengan tantangan 10 hari komunikasi produktif, kali ini kelas bunda sayang IIP, maka kami para peserta kuliah bunsay kembali mendapatkan tantangan kedua.

Kali ini kami ditugaskan  untuk melatih kemandirian anak sesuai dengan umur dan tahap perkembangannya. Anak saya Airish saat ini 1y5m sedang aktif-aktifnya melakukan eksplorasi di dalam rumah, dan salah satu jenis kemandirian yang tepat untuk dilatih adalah kemampuan makan sendiri Selama ini Airish lebih banyak saya suap dalam proses makan, karena saya adalah seorang ibu pekerja, sehingga waktu, utamanya dipagi Hari begitu sangat berharga.  Padahal jika Airish saya biarkan untuk makan sendiri akan memunculkan pekerjaan baru bagi saya.

Yahh tapi saya dan airish harus melewati tantangan ingin demi perkembangan kemandirian nya.

Di hari pertama saya membiarkan Airish makan sendiri, dan seperti yang sudah saya perkirakan, dia sangat senang dan memunculkan pekerjaan baru bagi saya, yaitu membersihkan makanan yang berserakan.

Hihihi semangat kakak!
#Hari1
#one week one skill
#kelasbunsayiip

Friday, February 17, 2017

Aliran rasa  tantangan komunikasi produktif

Tantangan kelas bunsay mengenai komunikasi produktif  membuat saya sadar kalau selama ini saya hanya berbicara kepada anak dan suami, bukan berkomunikasi apalagi produktif.

Sepuluh hari bukan hal yang mudah bagi saya, bahkan kalau di Totalkan tidak genap sepuluh hari saya berkomunikasi produktif karena didalamnya masih penuh dengan kegagalan pun hingga hari ini.

Tantangan terbesar saya saat ini adalah berkomunikasi dengan suami dua tahun berumah tangga masih sangat banyak problem yang harus diselesaikan apalagi yang berhubungan dengan diri kami masing-masing... :(

Berbeda dengan teman teman yang telah mengalami perubahan, saya justru sebaliknya.
Ahh doakan saya agar saya bisa istiqomah dalam berkomunikasi dan dalam rumah tangga saya.... I'm desperate right now

Maaf jika isinya mendekati negatif, hanya coba mengalirkan rasa


Friday, February 10, 2017

Hari kesepuluh
Tantangan 10 hari
Komunikasi Produktif


Hari kesepuluh
Sepuluh hari mencoba belajar melakukan komunikasi produktif  bersama keluarga kecil, keluarga besar, teman, atasan...
Banyak hal yang terlewatkan dan luput dari usaha komprod, dan 10 hari masih belum cukup, komprod masih harus dipraktekkan seumur hidup, setiap hari, dari masa kemasa...

Malam ini tantangan hari ke 10 ditutup dengan konklusi belajar komprod seharian...
1. Meninggalkan Airish di rumah, butuh waktu sounding yang cukup singkat untuk airish hari ini, padahal biasanya jika besoknya saya akan meninggalkan airish, saya sudah sounding sejak malam hari. Namun alhamdulillah hari ini Airish melepas kepergian saya dan Fatih dengan senyuman dan lambaian tangan, ah bidadari kecilku begitu rugi rasanya kehilangan setengah hari denganmu...
2. Membawa Baby Fatih ke kampus, sudah 4 hari saya terpaksa membawa Fatih ke kampus, demi menjaga tetap ngeasi tanpa botol dan bonding yang berlimpah untuknya. Saya tetap menjaga komunikasi dengan Jenderal-ku ini, kadang saya harus meninggalkan dia sendiri, tapi tetap berdialog dengannya sambil menjada eye contact. Alhamdulillah hari ini Alfatih sangat bekerjasama apalagi hari ini paksu tidak membersamai.
3. Melakukan talking pillow dengan paksu, tipe paksu adalah orang yang sangat senang membagi informasi apapun, yang sudah-sudah kadang saya begitu cepat bosan dengan obrolan paksu,  tapi hari ini saya mencoba menyelami apa yang beliau obrolkan tanpa berlalu begitu saja..meskipun kadang bahasa tubuh nasih berkata lain :D


#hari10
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Thursday, February 9, 2017

Hari kesembilan
Tantangan 10 hari
Komprod

Hari kesembilan...
Susah susah gampang berkomunikasi produk dengan org lain, apalagi dengan suami yg punya foe dan for yang jauh berbeda dengan saya.

Jadi kejadiannya malam tadi ketika kami melakukan talking pillow, ada satu hal yg disampaikan oleh suami dimana saya spontan mempertanyakan kenapa harus demikian.
Tiba-tiba saja paksu kemudian berubah air muka dan intonasi Suaranya tanda bahwa beliau tidak suka dengan spontanitas saya... :(

Benar Foe dan for saya berbeda jauh dengan suami sehingga spontanitas saya rupanya melukai perasaan dan ego beliau sebagai laki-laki, padahal menurut saya biasa saja sy balik bertanya...

Namun demi belajar berkomunikasi saya pun mengalah dan tidak memaksakan pertanyaan saya serta meminta maaf.

#hari9
#komunikasiproduktif
#tantangan10hari
#kelasbunsayiip

Wednesday, February 8, 2017


Hari kedelapan
Tantangan 10 hari
Komunikasi produktif


Akhir - akhir ini saya mengalami sedikit kegalauan berkaitan dengan aktivitas saya di ranah publik, dihadapkan pada dua buah pilihan yang sejatinya merupakan pilihan yang sulit dan menantang membuat emosi saya terkadang menjadi tidak stabil, ditambah lagi kondisi pasca melahirkan.

Untuk mengalirkan perasaan dan kegalauan saya, paksu adalah seorang yang paling mungkin untuk saya ajak berkomunikasi apalagi keputusan yang saya ambil bukan keputusan kecil Karena juga akan berimbas pada kehidupan rumah tangga kami, awalnya paksu memaksakan untuk saya memilih pilihan yang menurut saya berat pelaksanaannya jika diselaraskan dengan visi dan misi keluarga, namun disisi lain pilihan yang kedua pun sebenarnya sulit karena akan memengaruhi  kondisi keuangan rumah tangga kami.

Setelah berhari - hari berfikir dan berdoa akhirnya saya menetapkan hati untuk memilih pilihan kedua dengan segala resikonya, dan yang patut saya syukuri adalah paksu mendukung keputusan saya bahkan akhirnya pun pilihan kedua saya tidak seindah yang saya bayangkan, beliau tetap menguatkan saya.

Kata beliau "tugas saya sekarang ini adalah ngadem - ngademin kamu"  Alhamdulillah, sepertinya yang berhasil melakukan tantangan  kompromi kali ini adalah paksu, bukan saya :).

#hari8
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Tuesday, February 7, 2017


Hari ketujuh
Tantangan 10 hari
Komunikasi produktif

Kali ini tantangan komprod bagi saya adalah, berkomunikasi dengan baik pada Airish anak saya, sudah tiga hari sejak saya mulai kembali beraktivitas di kantor setelah hampir dua bulan kami menghabiskan waktu bersama.  Saya yakin hal ini akan mudah kami lewati meskipun butuh "ketegaan hati"  untuk melakukannya.

Pola yang saya lakukan pada airish adalah mulai melakukan sounding di malam hari atau pagi hari disela sela rutinitas pagi yang kami berdua lakukan.  Meskipun kadang dia tidak merespon atau hanya menimpali dengan kata "ote", saya tau Airish paham dengan apa yang saya sampaikan.

Nahhhh, jreng... Jreng... Jreng
Sampailah waktunya untuk berpamitan pada Airish, terus terang hati saya sakit, bagaikan disayat - saya (agak lebay tp begitulah rasanya) saya duduk sampai mata saya berada rata dengan mata airish, lalu dengan pelan - pelan serta senyum yg manis, saya sampaikan bahwa hari ini saya dan adek Fatih akan ke kantor. Wuihh rasanya sangat sakit,  ahh tapi begitulah hidup, berani mengambil resiko dengan segala konsekuensinya.

Lalu sayapun berangkat, dan seperti yang saya perkirakan airish sempat menangis meskipun cuma sebentar, dan ketika melihat anak saya sedih, saya pun diliputi rasa bersalah, namun sekali lagi inilah hidup.

#hari7
#tantangan10hari
# komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Sunday, February 5, 2017


Hari ke enamTantangan 10 harikuliah Bunsay IIP


Hari ini saya dan keluarga kecil akan melakukan perjalanan dan ini merupakan tantangan tersendiri bagi saya,  karena sebelum ini saya tidak pernah berhasil pulang kerumah tanpa bersitegang dengan suami dan anak serta membawa pulang rasa jengkel, dongkol dan kelelahan yang berkepanjangan.

Mulai dari aktifitas bangun pagi, saya berusaha untuk cepat melakukan kegiatan rutin namun berusaha santai dan tidak stress, membangunkan anak pertama dengan tenang, langsung memandikan dan memberi susu, untunglah debay masih lelap saat kakaknya bangun, jadi saya dapat membereskan kakak terlebih dahulu. Setelah itu adik pun bisa terurus dengan baik.

Alhamdulillah, Tantangan pertama lewat, komprod berhasil dengan kedua anak saya, :)

Tantangan kedua adalah komprod dengan paksu, terus terang ini agak sulit bagi saya karena seringnya saya tidak berhasil berkomunikasi. sudah jam 7 pagi sejak paksu bangun dan tidur lagi karena kelelahan sejak semalam, tapi saya berusaha untuk tetap tenang agar segera bangkit dan membantu saya menyiapkan apa saja yang akan kami bawa.

Tantangan ketiga adalah konsisten untuk komprod sepanjang perjalanan, utamanya untuk airish yang sudah mulai berjalan, sejak berangkat hingga pulang saya catat ada beberapa kali saya melakukan pelanggaran.....

untuk lebih mudah ada beberapa hal yang perlu saya lakukan kedepannya agar perjalanan keluarga kecil kami dapat beriringan dengan komprod :
1. Sounding sejak semalam kepada paksu dan anak-anak mengenai kegiatan esok hari
2. Mengecek apa saja barang dan perlengkapan yang harus dibawa esok hari
3. Melakukan pembagian tugas dengan paksu sejak pagi hari
4. Melakukan semua hal dengan cermat namun tetap tenang dan rileks agar perjalanan keluarga tetap dapat dinikmati.


#Hari6
#Tantangan10hari
#Komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Saturday, February 4, 2017



Pemimpin dan keadilan


Di sebuah Negeri yang dahulunya Gemah Ripah Loh Jenawi terjadi kekacauan besar dalam konteks kenegaraan semakin diujung tanduk, kini hari ini di negeri itu, seolah tidak ditemukan lagi kebaikan, kehangatan dan keharmonisan. Semua jargon, prinsip dan nilai-nilai kebangsaan sejak dulu kala yang  ada di Negeri itu mendadak hilang, menguap dan semua serentak buta, tergagap mengeja tentang Bhineka tunggal Ika, tentang musyawarah, tentang gotong royong dan masih banyak lagi nilai nilai lainnya, hal ini disebabkan kesalahan penduduk negeri itu mengeja tentang arti sebuah kepemimpinan.
Media dihiasi dengan berbagai macam berita, liputan yang semakin horror, rakyatnya dicekoki, dipertontonkan tentang pergulatan, perampasan, kekerasan, saling sikut….NGERI…
Padahal dalam kehidupan lainnya contoh konkrit dan kisah nyata telah tergelar jelas, di kehidupan lain dikisahkan bahwa  prinsip sebuah kepemimpinan adalah: “Janganlah engkau mencari kedudukan dalam pemerintahan. Sesungguhnya jika engkau diserahi jabatan tanpa memintanya, niscaya Allah akan menolongmu untuk dapat melaksanakan tanggung jawabnya. Tetapi jika engkau mendapatkan tanggung jawab itu karena mengharap-harap dan menuntutnya, niscaya akan diserahkan di atas bahumulah semua bebannya, lalu kelak Allah akan menggugatmu atas tanggung jawab itu.

Di kehidupan lain itu, tidak seorang pun yang mengajukan diri untuk menjadi pemimpin, salah seorang pemimpin menawarkan dua sahabatnya untuk menjadi pemimpin namun begitulah mereka justru yang menawarkan calonlah yang akhirnya terpilih. Setelah beliau wafat dicarilah penggantinya, drama kembali terulang ketika pemimpin ini akan wafat diantara rasa sakitnya beliau mewasiatkan agar sahabat yang dahulu dicalonkan agar mau melanjutkan perjuangannya. Begitulah yang berlaku

Dalam kehidupan lain itu, mereka adalah orang –orang shaleh yang merasa bernoda, mereka adalah para ksatria yang menilai diri lemah, dan mereka para pemimpin yang takut akan hari perhitungan. Di sana mereka berprinsip bahwa untuk menegakkan keadilan di suatu negeri maka minimal ada 3 hal yang harus dipenuhi:

1.       Berupaya menegakkan keadilan pertama-tama bagi diri mereka sendiri
Adalah Umar, Syuraih, Seorang Arab Badui dan jual beli kuda menunjukkan upaya itu.
2.       Ketaatan aparat pada tata laksana peradilan terlihat pada  kisah Ali, Yahudi dan baju perang.
3.       Semangat untuk menjalankan pengadilan dalam rangka ketaatan pada Allah, menetapi kebenaran dan memenuhi rasa keadilan seperti yang dipertontonkan Umar, Salman , dua pemuda Makkah, dan seorang lelaki pembunuh.

Di kehidupan lain keadilan adalah suatu hal yang mutlak apatah lagi bagi seorang pemimpin, maka tak salah kehidupan lain itu mampu untuk menaklukan banyak negeri lewat para pemimpinnya yang tersebar dan menyebar membawa nilai-nilai keadilan
Ah alangkah sulit Negeri itu meneladani kehidupan lain, kini negeri itu diambang kehancuran, tapi saya adalah penduduk negeri yang masih merindukan pemimpin yang berkeadilan, Negeri itu, negeriku bernama INDONESIA.




#OWOP1