Subscribe to RSS feed

Saturday, October 14, 2017

Boneka kesayangan, pandai mengaji

Memilihkan mainan anak yang multi fungsi bukan persoalan mudah. Ada banyak jenis mainan yang saat ini ditawarkan oleh berbagai macam produsen, mulai dari yang murah hingga yang harganya jutaan.  Bagi saya mainan untuk anak tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan anak akan bermain, akan tetapi lebih dari itu.
Awalnya saya bingung ketika akan membelikan mainan khususnya boneka untuk anak saya, ada banyak macam model, warna dan bentuk boneka yang beredar di pasaran.  Namun keinginan saya boneka yang akan saya berikan lebih dari sekedar boneka biasa, ada unsur edukasi didalamnya sehingga mainan boneka tersebut tidak sia-sia.
Hingga suatu hari saya bertemu dengan seorang teman yang menawarkan swbuah boneka yang sangat bagus, karena boneka ini mempunyai begitu banyak fungsi dan mengandung unsur pendidikan, utamanya pendidikan agama.  Boneka ini disebut dengan hafizah, isinya lumayan lengkap mulai dari fitur Alquran, cerita, lagu, kosakata bahkan bisa diajak untuk berbicara. Dengan adanya boneka ini sangat membantu kebutuhan aaya sebagai orangtua dalam memenuhi hak anak untuk bermain sekaligus memenuhi hak fitrah keimanan yang sejatinya ditanamkan sejak usia dini.
Jadi, bagi orangtua yang saat ini kebingungan mencarikan mainan untuk putra-putri tercinta, produk ini cukup baik untuk dijadikan pilihan.

Monday, September 25, 2017

Cerdas Finansial 4


Hari keempat cerdas finansial

Akhir-akhir ini Airish sering mengalami tantrum, kadang lama, kadang pun hanya sebentar.
terkadang dia tantrum sambil memukulkan barang yang dipegangnya ke lantai.

Tantrum Airish sempat menyakiti adiknya tanpa disengaja, dia memukulkan barang yang dipegangnya kerdepan, kebetulan saja adiknya persis berada didepannya, dan akhirnya adik pun menangis.

Saya berusaha menenangkan Airish dan berrbicara, kalau ingin sesuatu tidak bisa dilakukan jika sambil menangis karena saya tidak mengerti. Akhirnya diapun bisa menenangkan dirinya, sambil saya beritahukan bahwa tangan diberikan oleh Allah untuk memberi, dan menyayangi adiknya. bukan untuk menyakiti.


#harikeempat
#Level8
#kuliahbunsayiip
#rejekiitupastikemuliaanyangdicari
#cerdasfinansial

Cerdas Finansial 3


Hari ketiga cerdas finansial.

Airish termasuk anak yang mudah untuk diberikan pengertian, meskipun kadang tak semulus harapan, hehehe.

Seperti pagi ini, sebenarnya dia sudah mandi, namun karena melihat saya melangkah ke kamar mandi dia langsung mengikut saya untuk masuk ke kamar mandi.

"Airish mau kemana nak?"
"Aisyh mau te tamakh mandi"
"Airish kan sudah mandi, untuk apa ke kamar mandi lagi"
" Mo wutu"

Sekuat tenaga saya menahan tawa sekaligus kagum, MasyaAllah saya tidak pernah mengajarkan Airish secara langsung bahwa beginilah berwudhu, namun ternyata dia merekam dengan baik apa yang didengar dan dilihatnya.

"Ayo, yuk, sholat sama Tetta nak"
" Syolak....ayo"
"Tetta mau sholat dhuha, terus berdoa sama Allah, Ya Allah jadikanlah Airish dan adik Fatih menjadi anak salehah dan saleh"
"Aaamiiiin"
kami pun berpelukan, bukankah anak saleh dan salehah adalah bagian dari rezeki dari Allah SWT. :)

#hariketiga
#Level8
#kuliahbunsayiip
#rejekiitupastikemuliaanyangdicari
#cerdasfinansial

Cerdas Finansial 2


Hari kedua mendidik anak cerdas finansial........

Mengenalkan konsep bahwa rezeki adalah hak prerogatif Allah SWT, adalah tantangan tersendiri bagi saya,. Airish (2y25d) mulai mampu menunjukkan rasa suka dan tidak suka dengan reaksi spontanitas ala anak seusianya.

Setiap pagi saya harus menjawab pertanyaannya yang populer
"mau kemana, tetta?" pertanyaan ini akan diucapkannya berkali-kali setiap melihat saya memakai pakaian seragam kantor.

Hal ini adalah momen yang tepat untuk mengenalkan Airish pada prinsip rezeki dari Allah.
" Airish, Tetta ke kantor yah nak, Allah itu suka pada hambaNya yang menjemput rezekinya. Kalau tetta gak ke kantor jemput rezeki dari Allah, nanti rezekinya lama ketemu deh"

Entah apa yang dipahami oleh anak seusia Airish dengan jawaban yang saya berikan, namun saya yakin dia merekam semua perkataan saya, dan semoga dia dapat memahami hakikat rezeki yang datangnya dari sang empunya hidup, Allah Azza wa Jalla.

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
(Q.S. Al Mulk ayat 15)


#harikedua
#Level8
#kuliahbunsayiip
#rejekiitupastikemuliaanyangdicari
#cerdasfinansial



Tuesday, September 19, 2017

Resensi Buku : "I love Homeschooling"



Judul buku : I love Homeschooling, segala sesuatu yang harus diketahui tentang Homeschooling
Penulis : Indah Hanaco
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978 – 979 – 22 – 7924 - 5



Buku  ini ditulis oleh Ibu Indah Hanaco seorang praktisi Home Schooling (HS), berangkat dari kegalauan beliau ketika anaknya berumur 11 tahun tiba-tiba minta belajar di rumah. Karakter anaknya yang dianggap aneh dilingkungan sekolah membuat dia tidak nyaman dan menjadi pemurung. Akhirnya dengan mengumpulkan berbagai informasi dan mengikuti komunitas pelaku HS, penulis menetapkan hati untuk melaksanakan HS, kisah perjalanan melaksanakan HS dan berbagai macam seluk beluknya dirangkum dalam buku ini.

Bab pertama dibuka dengan apa itu HS dan sejarahnya di Indonesia, secara sederhana HS bisa dijelaskan sebagai model pendidikan berbasis rumah, dengan orangtua sebagai penanggung jawab aktif serta fokus pada kepentingan dan kebutuhan anak-anaknya, jadi HS ini bukanlah sebuah hal yang istimewa, mahal, bahkan aneh, karena sejatinya proses pendidikan memang tanggung jawab dasar orang tua terhadap anaknya, hanya saja di masa sekarang ini pandangan orang kebanyakan jika anak tidak bersekolah formal kesannya  lebih kearah negatif. Di Indonesia sendiri perkembangan HS sudah diakui keberadaannya sejak tahun 2003, dengan dikeluarkannya UU no 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional yang menyebutkan tentang adanya kegiatan informal yang dilakukan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
Sistem pendidikan di Indonesia, sekarang ini khususnya SD  mewajibkan anak-anak untuk menghabiskan 1.400 jam pelajaran sedangkan rekomendasi UNESCO hanya berkisar 800-900 jam pelajaran, sehingga anak-anak gampang merasa bosan, bahkan kelebihan beban pelajaran. Tidak hanya itu, fenomena yang terjadi saat ini antara lain bully, pacaran, dll membuat para orang tua merasa resah melepas anak-anaknya ke sekolah formal. HS menjadi salah satu alternative pola pendidikan anak yang relatif aman, selain itu pendidikan sesuai keinginan, fleksibiltas, belajar dari rasa ingin tahu, mandiri dan kesempatan mengenali potensi adalah nilai plus dari sistem HS ini.
Namun pertanyaan yang kemudian muncul, utamanya bagi yang ingin menjalankan HS adalah, bagaiman menjalankannya?, harus mulai dari mana?. Bagaimana kurikulum dan cara belajarnya?. Konsep HS adalah sistem yang berbasis kepada anak sebagai objek pendidikan, karenanya tidak perlu bingung karena sistem pendukung pendidikan seperti disebutkan tadi akan mudah ditentukan berdasarkan kebutuhan anak itu sendiri. Kurikulum pendidikan HS pun dengan mudah untuk diakses baik yang berbayar maupun yang gratis banyak tersedia sisa bagaimana orang tua mampu mengenali kebutuhan anak dalam belajar. Demikian pula dengan cara belajar, orang tua dapat dengan bebas untuk mengajarkan, mendampingi anak-anak sesuai dengan modalitas belajar yang paling dominan, baik audio, visual ataupun kinestetik.

Kenyataan lain yang menjadi sorotan adalah tentang biaya pendidikan, banyak yang beranggapan bahwa HS akan menghabiskan banyak sekali biaya dibandingkan dengan pendidikan konvensional. Padahal tidak demikian di buku ini dijelaskan bahwa justru dengan ber-HS orang tua dapat menyesuaikan biaya yang dikeluarkan dengan alokasi dana untuk pendidkan anak. Bagusnya lagi adalah orang tua dapat lebih kreatif untuk menghadirkan sarana pendidikan bagi anak-anaknya. Fenomena kedua yang menjadi bahasan adalah ijazah, jangan khawatir dengan adanya UU pendidikan nasional, peserta HS dengan mudah untuk memperoleh ijazah, baik dengan ijazah kesetaraan, ijazah yang melalui mekanisme ujian nasional bahkan ijazah dari luar negeri.

Pendidikan berbasis rumah di Indonesia sudah mulai berkembang, dimana-mana komunitas HS bermunculan mengumpulkan begitu banyak praktisi HS di negeri ini, dari sana pulalah diskusi antar pelaku HS berkembang, saling berbagi tentang plus dan minus HS menjadi bahan pelajaran satu dengan yang lain. Namun kesemuanya adalah upaya orang tua pelaku HS untuk menyelamatkan anak-anak agar mereka menjadi anak-anak yang sukses nantinya. Bukan berarti mengucilkan sistem pendidikan di negeri ini karena dimanapun atau bagaimanapun anak-anak belajar sukses dunia akhirat adalah tujuannya.

“Tidak peduli bagaimana sebuah berlian ditempa, karena pada akhirnya kilauannya lah yang akan membuat orang terpesona”


#Resensibuku
#BacaYuk

Cerdas Finansial 1



Hari pertana tantangan kali ini di level 8 kelas bunda sayang adalah mengenai kecerdasan finansial

Mengenalkan konsep finansial pada anak memang lebih pada mendapat dan  mengelola keuangan, namun yang harus disadari sebagai orang tua adalah lebih pada mengenalkan konsep rejeki dan uang hanya bagian kecil darinya.

Airish 2y20d sebenarnya telah mengenal uang sebagai sebuah benda yang ditukarkan untuk mendapatkan sejumlah barang, meski sebenarnya tidak ada standar waktu yang pas untuk mengenalkan uang pada anak, namun bagi saya Airish masih terlalu dini untuk mengetahui hal tersebut. Kebiasaan dan lingkungan rumah mau tidak mau membuat Airish sudah sedikit paham tentang uang.

Mengenalkan konsep rejeki seperti kata Ibu Septi adalah hal yang paling utama, saya sudah sering melakukan sounding pada Airish tentang hal ini. Seperti hari ini saya mengajak Airish ke mesin ATM, dia cukup antusias menunggu uang keluar dari mesin. setelah uang keluar saya lalu bertanya; "uangnya siapa yang kasi nak?" dengan spontang dia menjawab " Allah"

WOW momen ini begitu menyenangkan hati saya, semoga apa yang Airish ucapkan disertai dengan pemahaman.

Untuk Alfatih 9m20d mengucapkan kata Alhamdulillah dan Bismillah merupakan usaha saya untuk mengenalkan padanya betapa rejeki itu Allah berikan yang senantiasa harus disyukuri meskipun hanya dalam bentuk ASI.


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Saturday, September 2, 2017

Semua Anak Adalah Bintang 10

Hari 10


Airish dan Alfatih dua pribadi yang berbeda, mereka masing-masingnya adalah anak-anak yang unik. Mereka punya karakter sendiri, mereka punya tahapan perkembangan sendiri, mereka memberikan kejutan-kejutan yang berbeda untuk orang sekitarnya.

Mereka kini tumbuh bersama mengasah keempat ranah potensial mereka, intrapersonal, interpersonal, ranah perubahan, dan ranah spiritualitas akan mereka maksimalkan bersama.

Semoga saya akan selalu membersamai kalian nak, hingga kalian kelak akan bersinar bagaikan bintang gemintang.

#tantangan10hari
#level7
#kuliahbunsay
#Bintang keluarga